Kesehatan adalah masalah bagi semua orang, tetapi saat ini ada banyak penyakit yang sangat lazim dan mengancam kesehatan tanpa Anda sadari. Hidrosefalus bukanlah penyakit tunggal yang kita semua pernah dengar, karena cairan serebrospinal dalam tengkorak manusia bersifat dinamis dan terus-menerus diproduksi dan diserap, dan jika ada kelainan dalam produksi, sirkulasi dan penyerapan cairan serebrospinal, maka hidrosefalus terbentuk. Hidrosefalus adalah masalah yang tidak boleh dianggap enteng dan bisa sangat merusak kesehatan jika tidak diobati. Awalnya, penglihatan pasien akan berangsur-angsur memburuk, cara berjalannya menjadi lemah, kecerdasannya menurun, dan secara keseluruhan orang tersebut akan tampak lelah secara mental. Jika kondisinya parah, hal ini dapat menyebabkan istirahat di tempat tidur yang lama, inkontinensia urin dan bahkan demensia, menyebabkan penderitaan yang besar bagi pasien dan keluarga. Pengobatan untuk hidrosefalus tidak boleh ditunda dan sekarang umumnya dilakukan dengan shunt hidrosefalus, yang menggunakan tabung untuk mengalihkan kelebihan cairan serebrospinal dari otak ke bagian lain tubuh di mana cairan tersebut dapat diserap. Namun demikian, prosedur shunt konvensional ini terbukti memiliki tingkat kegagalan yang tinggi dan banyak komplikasi, dan dalam beberapa kasus, kondisi pasien bisa menjadi kambuh dan bahkan lebih menyakitkan setelah operasi. Bagaimana dengan kekambuhan operasi bypass pada pasien hidrosefalus? Pasien harus menyadari bahwa setelah kegagalan operasi sebelumnya, penting untuk memilih dengan hati-hati ketika menjalani operasi lain.