Depresi, juga dikenal sebagai gangguan depresi, ditandai dengan suasana hati yang rendah secara signifikan dan terus-menerus sebagai ciri klinis utama dan merupakan jenis gangguan suasana hati yang utama. Setiap episode gangguan ini berlangsung selama setidaknya 2 minggu atau bahkan beberapa tahun, dan sebagian besar kasus memiliki kecenderungan untuk kambuh.
I. Bahaya depresi selama kehamilan
Depresi selama kehamilan berdampak pada janin dan wanita hamil, dan bahayanya adalah sebagai berikut.
1. Efek pada janin: depresi selama kehamilan meningkatkan kemungkinan keguguran, kelahiran mati, kelahiran prematur, kegagalan intrauterin, dan berat badan lahir rendah.
2, dampak pada ibu hamil: depresi kehamilan jika tidak ditangani tepat waktu, akan menyebabkan depresi pascapersalinan, dan bahkan adanya kecenderungan untuk bunuh diri.
2. Bagaimana menentukan apakah seorang wanita hamil mengalami depresi
Apakah seorang wanita hamil mengalami depresi atau tidak, umumnya dapat ditentukan berdasarkan riwayat medis, gejala dan pemeriksaan klinis. Jika ada riwayat depresi sebelum hamil, atau jika ada riwayat depresi dalam keluarga, Anda lebih mungkin menderita depresi selama kehamilan. Kedua, jika seorang wanita hamil terus-menerus menginginkan makanan atau tidak memiliki nafsu makan, atau mengalami perubahan suasana hati seperti kecemasan, lekas marah, depresi terus-menerus, atau keinginan untuk menangis, atau mudah lelah, mengantuk atau mengalami gangguan tidur, atau mengalami perubahan mental seperti kekurangan energi, konsentrasi yang buruk, atau kecenderungan untuk bunuh diri; jika gejala-gejala di atas berlanjut selama lebih dari 2 minggu, kemungkinan depresi pada kehamilan sangat dicurigai dan diagnosis biasanya didukung oleh tes yang relevan . Tes-tes tersebut meliputi
1.Wawancara terperinci: wawancara dan penilaian dalam hal suasana hati, pemikiran, perilaku dan kemauan, termasuk waktu ketika kepribadian dan perilaku mulai berubah, dll. untuk menilai ada tidaknya depresi.
2. Tes psikologis: penilaian psikologis, penilaian gejala dan penilaian suasana hati dapat dilakukan oleh dokter, termasuk Skala Penilaian Diri Depresi dan Hamilton Depression Inventory, yang dapat menentukan depresi secara visual.
III. Pengobatan depresi selama kehamilan
Setelah depresi selama kehamilan teridentifikasi, perawatan berikut dapat diberikan.
1. Terapi diet: diet seimbang untuk memastikan asupan nutrisi, dengan lebih banyak makanan kaya vitamin B seperti biji-bijian dan ikan.
2. Terapi olahraga: tingkatkan olahraga ringan yang sesuai dengan preferensi seseorang untuk melepaskan suasana hati yang buruk.
3 . Metode pengaturan emosi: berkomunikasi dengan orang lain lebih sering, memeriksa informasi di Internet, mendengarkan musik, dan menyesuaikan emosi pada waktunya.
4 . Pengobatan: Jika pengobatan di atas tidak efektif, dianjurkan untuk menggunakan obat antidepresan yang tidak berpengaruh pada janin di bawah bimbingan dokter.
IV. Pencegahan depresi selama kehamilan
Untuk mencegah depresi selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk menguranginya melalui cara-cara berikut ini.
1. Memastikan waktu setiap hari untuk berkomunikasi secara intim dengan calon ayah dan menerima perhatian penuh kasih dari suaminya
2.Mengekspresikan emosi Anda kepada kerabat dan teman dan melampiaskan perasaan buruk Anda pada waktunya.
3 . Bacalah buku-buku pengasuhan anak secukupnya dan tontonlah program TV yang positif.
4 .Berbagi lebih banyak pengalaman kehamilan dengan calon ibu lainnya dan berbagi kegembiraan kehamilan.
5 . Hindari menyendiri secara teratur dan keluarlah untuk melakukan aktivitas yang sesuai.
6. Anggota keluarga tidak boleh mengabaikan kebutuhan ibu hamil untuk meningkatkan rasa aman.