Tentu saja tidak. Darah dalam tinja anak dapat berupa berbagai macam warna, mulai dari merah terang hingga merah tua atau pekat. Ketika makanan berwarna dikonsumsi seperti bayam, semangka, atau tomat, makanan tersebut cenderung menghasilkan tinja berwarna coklat tua atau bahkan merah. Konsumsi makanan seperti zat besi dan darah bebek dapat menyebabkan tinja berwarna hitam, tetapi hal ini tidak sama dengan darah dalam tinja. Gangguan saluran cerna yang menyebabkan darah dalam tinja adalah penyebab paling umum dan utama, seperti gastritis akut, radang usus, varises esofagus, penyakit tukak saluran cerna, mukosa lambung yang mengalami prolaps, obstruksi usus yang tercekik lengan usus, dan polip usus. Kelainan darah: hemofilia, leukemia, anemia aplastik, trombositopenia. Penyakit parasit, tifus, tifus, leptospirosis, leptospirosis, dll. Ada banyak penyebabnya dan disarankan untuk segera berkonsultasi dengan rumah sakit.