Gejala bangun secara tidak sadar saat tidur dan menyelesaikan gerakan yang rumit, seperti naik ke kamar, memanjat pohon, dll., semuanya tanpa disadari oleh aktivitas itu sendiri, yang disebabkan oleh disfungsi korteks serebral. Juga dikenal sebagai gangguan berjalan dalam tidur. Berjalan dalam tidur jelas merupakan kondisi kesadaran yang bermutasi. Pasien kehilangan kontak dengan lingkungannya dan pasien seolah-olah hidup di dunia pribadi. Pasien terkadang sangat gelisah sehingga ia bahkan mungkin berbicara banyak omong kosong dan sulit bagi orang di sebelahnya untuk memahami apa yang dikatakannya. Pasien tampaknya terlibat dalam aktivitas yang sangat bermakna. Kegiatan ini sering kali merupakan peragaan simbolis dari pengalaman pasien yang tertekan dan menyakitkan. Ketika tidur sambil berjalan selesai, pasien tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Jadi, apa saja tindakan pencegahan untuk gangguan tidur sambil berjalan? Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan untuk berjalan dalam tidur: 1. Perhatikan kontrol lingkungan tidur Tutup pintu dan jendela sebelum tidur dan kumpulkan semua jenis benda berbahaya agar tidak keluar dan tersesat selama episode berjalan dalam tidur atau menyebabkan insiden yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. 2 . Pengaturan waktu kerja dan istirahat yang wajar Kembangkan kebiasaan tidur yang baik, kehidupan sehari-hari yang teratur, hindari kelelahan yang berlebihan dan ketegangan yang tinggi, perhatikan tidur lebih awal dan bangun lebih awal, berolahraga, agar ritme tidur disesuaikan dengan kondisi terbaik. 3. Perhatikan sistem medis pelindung Jangan membicarakan keseriusan kondisi dan pengalaman tidur sambil berjalan di depan anak untuk menghindari peningkatan ketegangan, kecemasan dan ketakutan anak yang terkena dampak.