Pengetahuan umum tentang payudara

Dalam keadaan normal, wanita dewasa memiliki sepasang payudara yang memanjang dari ruang tulang rusuk ke-2 hingga ruang tulang rusuk ke-6, secara medial ke batas sternal dan secara lateral ke garis aksila anterior (garis vertikal ke bawah dari tepi depan persimpangan lengan atas dan ketiak), dengan 2/3 bagian medial berada di depan otot pektoralis mayor dan 1/3 bagian lateral pada permukaan otot serratus anterior. Bentuk payudara bervariasi sesuai dengan ras, genetik, usia dan menyusui. Payudara adalah mahakarya alam. Setiap payudara mengandung sekitar 15-20 lobus, masing-masing dengan saluran susu besar yang terbuka ke puting susu, dan di tengah-tengah lobus terdapat lobulus, yang terdiri dari sejumlah vesikula susu kecil, dan sejumlah saluran laktiferus kecil yang menyatu menjadi saluran susu besar yang mengarah ke puting susu, yang merupakan desain yang sangat cerdas. Jaringan-jaringan ini perlahan-lahan meluas dan terbentuk selama masa pertumbuhan. Di antara lobus payudara terdapat jaringan ikat dan lemak. Area di sekitar puting berwarna lebih gelap dan dikenal sebagai areola, dan terdapat butiran-butiran yang terangkat di area areola, yang merupakan kelenjar sebasea yang berfungsi untuk menjaga agar payudara tidak terlalu kering saat menyusui. Ini adalah struktur dasar payudara. Payudara adalah simbol feminitas dan merupakan bagian terpenting dari identitas seksual wanita. Ini juga merupakan tanda kematangan seksual wanita, tidak hanya untuk memelihara generasi berikutnya, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam seksualitas manusia. Payudara wanita adalah sudut pandang keindahan bentuk manusia, dan berada di garis depan keindahan seksual. Payudara yang penuh, proporsional, kencang dan lembap, menempati tempat yang sangat menonjol dalam keindahan bentuk tubuh wanita dan meningkatkan daya tarik wanita. Oleh karena itu, pada zaman kuno dan modern, tidak ada seni tubuh yang tidak menonjolkan payudara wanita. Payudara yang paling indah harus mencakup kondisi berikut: 1, penuh, proporsional, kenyal dan elastis; 2, posisi payudara tinggi, di antara tulang rusuk kedua dan keenam, dengan puting susu terletak di antara tulang rusuk keempat; 3, jarak antara kedua puting susu harus lebih besar dari 20 cm, jari-jari pangkal payudara 5-6 cm, sumbu payudara (dari pangkal ke tinggi puting susu) 5-6 cm; 4, bentuknya harus tegak lurus, setengah bola.