Pasien yang merasa pusing dan lemas setelah tidur harus waspada terhadap masalah jantung, seperti suplai darah yang buruk ke otot jantung, seringnya denyut ventrikel prematur atau fibrilasi atrium paroksismal, takikardia, dll., yang dapat menyebabkan kurangnya suplai darah ke otak, sehingga memudahkan pasien untuk mengalami pusing dan kelemahan umum. Pusing dan kelemahan umum juga dapat disebabkan oleh penyakit serebrovaskular, seperti iskemia sirkulasi posterior atau kejang pembuluh darah otak. Jika ahli saraf menentukan bahwa masalahnya disebabkan oleh penyakit serebrovaskular, pasien harus diberikan pengobatan untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan memperbaiki stasis darah, sedangkan jika ahli saraf menentukan bahwa masalahnya bukan disebabkan oleh penyakit serebrovaskular, pasien harus berkonsultasi dengan departemen kardiologi untuk pemeriksaan dan pengobatan jantung.