Sangatlah penting bagi dokter gigi restorasi estetik untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip-prinsip restorasi, tetapi pasien tidak boleh melampaui prinsip-prinsip ini untuk membuat tuntutan yang tidak dapat dipenuhi oleh dokter. 1. Memenuhi kebutuhan pasien sejauh mungkin: Desain estetik dalam kedokteran adalah “tindakan yang didelegasikan”, di mana pentingnya konsep ini terletak pada pendapat dan ide pasien tentang hasil akhir, yaitu lebih banyak kesediaan untuk memenuhi kebutuhan nyata pasien, sehingga pasien dapat sepenuhnya diterima secara psikologis dan sadar. Tetapi harus jelas bahwa desain dan kreasi teknik yang sempurna sebenarnya merupakan tantangan yang konstan dan serius bagi dokter, dan justru tindakan inilah yang akan lebih meyakinkan pasien tentang teknik dokter, yang tentu saja merupakan cara terbaik untuk membimbing pasien dan memenuhi kebutuhan mendasar pasien untuk kedokteran gigi kosmetik. Tentu saja, baik dokter maupun pasien harus memiliki sikap yang benar, yaitu, mereka harus menghindari berpikir di bawah pengaruh terlalu banyak keinginan untuk segera sukses. 2. Menjaga sumbu panjang bidang selaras: secara estetika, bidang adalah dasar untuk menjaga lingkungan dan efek yang seimbang, dan bidang oklusal senyuman tegak lurus dengan sumbu panjang wajah, sehingga konsep standarnya adalah sumbu panjang wajah tegak lurus dengan garis pupil dan bidang oklusal sejajar dengan garis pupil. Namun, banyak pasien yang memiliki asimetri wajah yang mengubah hubungan ini. Amati pasien dengan meminta pasien duduk tegak, sebaiknya di kursi dengan sandaran, dengan rambut pasien disisir ke belakang untuk memperlihatkan pelipis dan telinga. Bayangkan sebuah oval di sekeliling seluruh wajah, kemudian potong oval tersebut menjadi dua bagian dan gunakan tongkat oklusal untuk merekam bidang oklusal akhir, yang akan digunakan sebagai bagian penting dalam proses diagnostik saat membuat restorasi. Bidang dan Sumbu Panjang Secara estetika, bidang adalah dasar untuk menjaga keseimbangan hasil, dan bidang oklusal disajikan tegak lurus dengan sumbu panjang wajah. Oleh karena itu, desain estetika dimulai dengan penentuan bidang dan sumbu panjang, dan cara terbaik untuk menentukan bidang adalah bidang oklusal harus sejajar dengan garis pupil dan kemudian dibagi secara longitudinal sesuai dengan bentuk wajah yang oval. Ketegaklurusan sumbu panjang wajah lebih baik ditentukan dan ditransmisikan, tetapi bidang oklusal lebih sulit dikuasai oleh teknisi, terutama setelah persiapan penyangga dan karena kedalaman barisan gingiva tidak akan seragam. Secara klinis, dimungkinkan untuk menggunakan bingkai pas anatomis dengan garpu wajah, jika tidak, sikat pena atau resin digunakan sebagai gantinya. 3. Prinsip simetri: Meskipun sulit untuk mendapatkan efek cermin yang benar-benar akurat pada wajah dan gigi manusia karena perkembangannya, pendekatan yang hampir simetris juga dapat menciptakan penampilan yang alami, sehingga lengkungan yang relatif halus (wajah dan gigi) dapat memberikan struktur kerangka yang tepat untuk membentuk transisi yang mulus di antara masing-masing gigi (inilah mengapa hasil terbaik dalam kedokteran gigi kosmetik biasanya membutuhkan kombinasi prosedur ortodontik, periodontal, dan restoratif), perawatan periodontal dan restoratif).