Suplementasi seng umumnya direkomendasikan sejak pertengahan kehamilan, yaitu setelah bulan ketiga kehamilan. Zinc sangat penting untuk perkembangan normal janin, dan suplementasi yang tepat waktu dapat mendorong perkembangan otak, jantung, kelenjar tiroid, dan organ lain janin, serta mencegah terjadinya kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah. Selama masa persiapan dan masa kehamilan, Anda harus memperhatikan pola makan Anda untuk memastikan bahwa kadar zinc Anda berada pada tingkat normal. Jika ditemukan kekurangan seng dalam tubuh Anda, Anda harus mulai memperkuat suplementasi seng di bawah bimbingan dokter Anda, hanya jika Anda membutuhkannya, dan tambahkan suplemen setelah pemeriksaan dan diagnosis ilmiah untuk menghindari kerusakan pada janin dan wanita hamil. Kekurangan seng dapat menyebabkan perkembangan jaringan dan organ janin yang buruk, yang dapat menyebabkan cacat perkembangan bawaan, dan juga dapat memengaruhi perkembangan normal organ tubuh dan perkembangan intelektualnya setelah lahir. Kekurangan seng juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, kurang tidur, kelemahan fisik, dan berkurangnya kekebalan tubuh. Daging, telur, ikan, hati hewan, biji-bijian kasar, dan kacang-kacangan kering mengandung seng yang tinggi. Kacang-kacangan seperti kenari dan biji melon juga dapat menjadi suplemen seng yang baik, tetapi karena kandungan lemaknya yang tinggi, asupan moderat saja sudah cukup. Jika Anda mendapati kadar seng plasma Anda rendah dan Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh Anda melalui suplemen makanan, Anda dapat mengonsumsi sediaan seng di bawah pengawasan medis. Jika suplemen seng dikonsumsi bersamaan dengan suplemen kalsium dan zat besi, penting untuk mengonsumsinya secara terpisah karena keduanya dapat memiliki efek antagonis satu sama lain dan memengaruhi penyerapan dan penggunaan.