Obat apa yang harus diminum untuk gastroenteritis pada bayi

  Gastroenteritis biasanya disebabkan oleh infeksi mikroba, tetapi bisa juga disebabkan oleh racun kimiawi atau obat-obatan. Presentasi klinis yang khas adalah diare, mual, muntah dan nyeri perut.  Infeksi virus adalah penyebab paling umum dari gastroenteritis. Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan gastroenteritis, yang paling umum adalah rotavirus, diikuti oleh norovirus, astrovirus dan enteroadenovirus.  Pengobatan yang paling penting untuk gastroenteritis adalah hidrasi dan elektrolit. Pasien biasanya hanya perlu beristirahat dan minum air dalam jumlah yang cukup (misalnya, larutan garam rehidrasi oral). Bahkan pasien yang sedang muntah harus minum air sebanyak mungkin. Bayi yang sedang menyusui harus terus menyusui. Minuman berkarbonasi, teh, minuman olahraga, minuman berkafein dan jus buah tidak cocok untuk rehidrasi. Jika muntah atau diare berkepanjangan atau terjadi dehidrasi parah, rehidrasi intravena mungkin diperlukan. Anti-emetik dapat ditambahkan dalam kasus muntah yang parah. Jika diare berlangsung selama lebih dari 24 hingga 48 jam dan tidak ada indikasi infeksi bakteri yang lebih serius, obat anti-diare dapat ditambahkan. Pemberian sendiri obat antiemetik dan antidiare biasanya tidak dianjurkan untuk anak-anak.  Karena antibiotik dapat menyebabkan diare atau mendorong pertumbuhan bakteri yang resistan terhadap obat, maka antibiotik biasanya tidak direkomendasikan, bahkan jika agen penyebab gastroenteritis diketahui. Namun demikian, infeksi bakteri patogen tertentu (misalnya, Campylobacter, Shigella, Vibrio cholerae) atau pasien dengan diare wisatawan dapat diobati dengan antibiotik.  Untuk gastroenteritis akibat infeksi virus, antibiotik tidak efektif. Gastroenteritis akibat infeksi parasit memerlukan obat anti-parasit.  Gastroenteritis pada anak-anak berkembang dengan cepat dan gangguan elektrolit merupakan masalah yang sangat berbahaya, jadi tidak boleh dianggap enteng dan harus segera ditangani oleh dokter.