Metode latihan untuk penyakit saraf motorik meliputi latihan aktivitas sendi, latihan otot resistensi, latihan motorik halus, latihan pernapasan, latihan aerobik, dan sebagainya.
1. Latihan aktivitas sendi: aktivitas aktif atau pasif ke segala arah seperti fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, rotasi tungkai atas, tungkai bawah, dan batang tubuh dilakukan untuk menghindari kontraktur dan deformasi sendi.
2. Latihan otot resistensi: menggunakan tangan kosong atau karet gelang dan alat lain untuk memberikan perlawanan, masing-masing, tungkai atas, tungkai bawah, batang tubuh dan arah latihan resistensi lainnya untuk memperlambat kecepatan atrofi otot.
3. Latihan motorik halus: Lakukan latihan motorik halus seperti gerakan jari, latihan membelah kacang, dan menidurkan untuk memperlambat atrofi otot.
4. Latihan pernapasan: Tingkatkan fungsi pernapasan pasien dengan meniup balon atau menggunakan alat bantu pernapasan untuk melatih kekuatan otot ekspirasi dan inspirasi.
5. Latihan aerobik: Pasien yang mampu melakukannya dapat melakukan latihan seperti bersepeda dan berenang untuk meningkatkan fungsi kardiorespirasi.
Dianjurkan agar pasien dengan penyakit neuron motorik harus mencari perawatan medis tepat waktu dan di bawah bimbingan profesional dokter untuk perawatan ilmiah, dan tidak boleh berlatih sendiri secara membabi buta untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.