Hiperventilasi akibat kemarahan adalah hal yang umum terjadi dalam praktik klinis dan disebabkan oleh hiperventilasi akibat argumen dan stres emosional, yang menyebabkan alkalosis pernapasan. Cobalah berkomunikasi dengan pasien untuk menjaga agar emosinya tetap stabil dan mencegah hiperventilasi terus memburuk. Segera tutup mulut dan hidung pasien dengan kertas kosong atau kantong plastik untuk mencegah karbon dioksida yang berlebihan dikeluarkan dari tubuh dan untuk meredakan gejalanya. Jika perlu, ventilator dapat digunakan untuk mengatur laju pernapasan dan vitamin b-kompleks, glutamat dan Valium dapat diberikan untuk meredakan suasana hati. Penanganan dini biasanya cepat dan prognosisnya baik.