Pengetahuan Nutrisi bagi Calon Ayah untuk Mempersiapkan Kehamilan

Untuk memiliki bayi yang sehat, Anda tidak dapat mengabaikan nutrisi pra-kehamilan, terutama bagi pria. Pilihan makanan yang masuk akal dan kebiasaan makan yang baik untuk pria yang ingin menjadi ayah memiliki semua keuntungan dan tidak ada kerugiannya. 1, untuk memastikan kualitas protein yang memadai. Protein adalah bagian penting dari sel, tetapi juga merupakan bahan baku penting untuk pembentukan spermatozoa, suplementasi makanan yang kaya akan protein berkualitas tinggi yang wajar bermanfaat untuk koordinasi fungsi endokrin pria serta meningkatkan kuantitas dan kualitas spermatozoa. Makanan yang kaya akan protein berkualitas tinggi: ikan dan udang laut dalam, tiram, kedelai, daging tanpa lemak, telur, dan sebagainya. Makanan laut tidak hanya rendah polusi, tetapi juga mengandung nutrisi seperti dha dan eha yang mendorong perkembangan otak dan meningkatkan kebugaran fisik, yang sangat bermanfaat bagi para calon ayah. Tapi jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. Asupan zat protein mudah merusak keseimbangan asupan gizi tubuh, mengakibatkan asupan vitamin dan zat lainnya tidak mencukupi, dan menyebabkan tubuh menjadi asam, sangat tidak baik untuk pembuahan. 2, suplemen mineral dan elemen jejak yang wajar. Mineral dan elemen jejak dalam tubuh manusia memiliki dampak penting yang sama pada kesuburan pria. Yang paling umum adalah unsur-unsur seperti seng dan selenium, yang terlibat dalam sintesis dan pengangkutan testosteron pada pria, dan pada saat yang sama membantu meningkatkan kemampuan aktivitas sperma serta aktivitas fisiologis reproduksi seperti pembuahan. Zinc mengatur fungsi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan motilitas sperma. Kekurangan seng dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma, peningkatan jumlah sperma yang cacat, serta berkurangnya fungsi seksual dan reproduksi, atau bahkan kemandulan; kekurangan selenium mengurangi sumber energi yang dibutuhkan untuk aktivitas sperma, sehingga menyebabkan motilitas sperma menurun. Makanan yang mengandung seng lebih tinggi adalah: kerang, jeroan hewan, bibit sereal, wijen, udang, dll.; makanan yang mengandung selenium lebih tinggi adalah: rumput laut, sotong, udang, nori, dan sebagainya. 3, jangan meremehkan buah dan sayuran. Pria cenderung meremehkan buah dan sayuran, itu adalah makanan diet wanita. Tapi tidak mengerti buah dan sayuran mengandung banyak vitamin yang diperlukan untuk kegiatan fisiologis reproduksi pria. Beberapa makanan yang mengandung vitamin tinggi sangat membantu dalam meningkatkan kualitas viabilitas sperma. Seperti vitamin a dan vitamin e telah menunda penuaan, memperlambat peran penurunan fungsi seksual, tetapi juga pada generasi sperma, meningkatkan aktivitas sperma memiliki efek yang baik. Kekurangan vitamin ini sering kali dapat menyebabkan gangguan spermatogenesis. Pria jika kekurangan buah dan sayuran dalam jangka panjang di antara berbagai jenis vitamin, dapat menghambat perkembangan normal gonad dan produksi sperma, sehingga sperma mengurangi atau mempengaruhi aktivitas normal sperma, dan bahkan menyebabkan kemandulan. 4, lemak sedang juga baik. Hormon seks terutama diubah dari kolesterol lemak, kolesterol merupakan bahan baku penting untuk sintesis hormon seks, lemak juga mengandung asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk produksi sperma, jika kekurangan, tidak hanya mempengaruhi pembentukan spermatozoa, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan libido. Daging, ikan, telur mengandung lebih banyak kolesterol, asupan moderat kondusif untuk sintesis hormon seks. Cobalah untuk makan lebih sedikit daging babi, Anda dapat memilih lebih banyak ikan, makanan unggas, terutama makan lebih banyak ikan laut dalam, ikan laut dalam mengandung asam lemak esensial, yang terlibat dalam produksi dan keseimbangan hormon, bermanfaat bagi kesehatan reproduksi pria. 5, benar-benar menjauhkan diri dari merokok dan alkohol. Jumlah sperma normal pada perokok berkurang 10 persen, dan tingkat penyimpangan sperma meningkat, semakin lama waktu merokok, semakin banyak sperma yang cacat, semakin rendah kelangsungan hidup sperma. Pada saat yang sama, merokok juga dapat menyebabkan aterosklerosis dan penyakit lainnya, lebih dari 90 persen perokok, sirkulasi darah yang buruk di penis, ereksi penis melambat. Dan konsumsi alkohol yang berlebihan atau jangka panjang dapat mempercepat penguraian testosteron dalam tubuh, yang menyebabkan penurunan kadar testosteron dalam darah pria, yang mengakibatkan hilangnya libido, kelainan bentuk sperma, dan impotensi. Oleh karena itu, demi kelahiran generasi penerus yang sehat, Anda harus mencoba untuk berhenti merokok dan melarang alkohol.