Mulut kering dikaitkan dengan banyak penyakit, seperti sindrom mulut kering atau diabetes. Mulut kering dapat menjadi prekursor sindrom mulut kering, penyakit umum pada mukosa mulut, gangguan autoimun, atau gangguan sekresi kelenjar yang berkaitan dengan usia yang mengurangi produksi air liur, yang menyebabkan mulut kering atau kesulitan menelan, dan kadang-kadang menyebabkan kekeringan dan pecah-pecah pada sudut-sudut mulut. Kondisi ini membutuhkan lebih banyak minum air putih, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan untuk suplemen vitamin dan, jika perlu, obat-obatan. Mulut kering juga dapat menjadi pertanda penyakit pernapasan. Ketika terjadi peradangan pada saluran pernapasan, tubuh akan menggunakan air untuk menghilangkan peradangan ini, sehingga dehidrasi dalam tubuh semakin parah dan menyebabkan mulut kering. Mulut kering dapat menjadi pertanda diabetes, dan penderita diabetes sering mengalami mulut kering dan haus. Kondisi ini memerlukan diagnosis yang jelas dan kontrol penuh terhadap gula darah. Minum banyak air untuk mengurangi kadar gula dalam darah dan kekentalan darah. Anda harus makan makanan yang ringan dan menjaga kestabilan gula darah Anda dengan mengontrol pola makan secara wajar. Mulut kering juga dapat merupakan gejala awal hipertiroidisme. Pasien dengan hipertiroidisme juga mengalami mulut kering, jadi minumlah banyak air untuk memenuhi kebutuhan air tubuh Anda. Oleh karena itu, mulut kering dapat menjadi prekursor sindrom mulut kering atau diabetes mellitus, dan kadang-kadang dikaitkan dengan penyakit pernapasan dan hipertiroidisme.