Gejala dan pengobatan sindrom mulut kering

  Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mulut, semakin banyak orang yang datang ke institusi gigi spesialis. Mulut manusia mengandung lebih dari 700 jenis bakteri, sekitar 105 bakteri, dan rata-rata sekresi air liur harian dalam kondisi normal adalah 1,5-1,7 liter. Untuk cara menjaga kesehatan mulut, dalam keadaan normal, mulut kita memiliki kemampuan untuk membersihkan diri sendiri, menghilangkan sisa makanan di dalam mulut dan menjaga lingkungan mulut dalam keadaan seimbang, untuk menghindari terjadinya penyakit mulut. Kemampuan membersihkan diri pada mulut ini terutama melalui sekresi air liur dan gerakan lidah.  Pada siang hari, saat orang terjaga, rongga mulut mengeluarkan air liur dan membersihkan dirinya sendiri secara terus menerus. Air liur ini bertindak sebagai penghalang pembentukan plak dan efektif dalam mencegah karies gigi, penyakit periodontal, dan penyakit mulut lainnya.  Fungsi utama lidah meliputi menelan, berbicara, dan mengunyah. Dalam proses mencapai fungsi-fungsi ini, lidah digerakkan dan gerakan lidah yang konstan dapat menghilangkan sisa-sisa makanan dari mulut dan menjaga mulut tetap bersih.  1, gejala klinis 1) mulut kering: pada awal perjalanan penyakit, pasien sering merasa kekurangan air liur, mulut kering atau lengket di mulut. Rasa berkurang, lidah dan sudut mulut terasa nyeri, mengunyah dan menelan terasa sulit. Kekeringan pada mulut dapat menyebabkan terbangun di malam hari. Karena berkurangnya air liur, kerusakan gigi dapat terjadi. Pemeriksaan mulut sering kali menunjukkan tidak adanya kelenjar ludah di sekitar ligamen lidah dan tidak ada sekresi ludah yang terlihat ketika kelenjar ludah dipijat.  2) Keratitis kering dan konjungtivitis: Pasien sering merasakan sensasi benda asing pada mata, sensasi terbakar, mata gatal dan mata kering. Pada tahap awal, sering terjadi air mata yang berlebihan. Seiring dengan perkembangan kondisi, secara bertahap akan terjadi penglihatan yang kabur, mata merah, nyeri mata, kesulitan membuka mata di pagi hari, dan kemudian, saat dirangsang oleh benda asing atau kegembiraan emosional, tidak ada air mata yang dapat diproduksi. Pemeriksaan mata menunjukkan adanya penyumbatan di sekitar kornea dan terkadang pembesaran kelenjar air mata.  2. Perawatan 1) Minum lebih banyak air dan berkumur lebih sering setiap hari.  2) Anda harus makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar secara umum. Karena sayuran dan buah-buahan segar tidak hanya mengandung banyak vitamin dan air, tetapi juga kaya akan serat kasar, yang harus dikunyah sepenuhnya untuk ditelan, dan proses mengunyah secara efektif dapat merangsang sekresi kelenjar ludah. Lebih tepat untuk makan buah-buahan asam, seperti hawthorn, aprikot, kiwi, stroberi, dll., untuk meningkatkan sekresi air liur.  3) Kombinasikan makanan kering dan makanan tipis dalam diet harian Anda, dan cobalah minum lebih banyak sup, dan perhatikan agar tidak terlalu asin.  (4) Jika ditemukan kerusakan gigi, harus diperbaiki sedini mungkin, berkumur setelah makan, menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride pada pagi dan sore hari, dan melakukan pemeriksaan mulut setiap enam bulan sampai satu tahun sekali, karena banyak penyakit mulut yang bisa dideteksi pada tahap awal dan tindakan pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Banyak penyakit yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan sulit dideteksi oleh individu, sehingga deteksi dini juga bermanfaat dalam mengendalikan kondisi tersebut. Diet yang seimbang juga penting untuk menghindari efek buruk pada lingkungan mulut.