Waspadai diare musim gugur pada anak-anak

  Karena musim panas baru saja berlalu, para orang tua masih merasa takut akan infeksi musim panas, terutama disentri beracun. Demam, batuk, dan muntah yang terjadi secara tiba-tiba, diikuti dengan seringnya diare dan sering buang air besar (hingga puluhan kali), dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi dan asidosis, sehingga mudah dibayangkan bahwa bayi mengalami diare akibat bakteri atau disentri toksik.  Faktanya, diare musim gugur pada bayi dan anak-anak terutama diare akibat virus yang disebabkan oleh “rotavirus”, yang lazim terjadi dari bulan Oktober hingga Februari dan paling umum terjadi antara usia 6 bulan dan 2 tahun. Penyebab utama diare musim gugur adalah rotavirus, yang tidak ada obat khusus. Antibiotik tidak efektif.  Rotavirus sangat menular dan dapat terjadi sepanjang tahun, dengan musim puncaknya adalah musim gugur dan musim dingin, oleh karena itu disebut ‘diare musim gugur’. Penyakit ini lazim di seluruh Tiongkok, serta di Eropa, Asia, Amerika Serikat, Australia dan Afrika. Bayi dan anak kecil yang terinfeksi penyakit ini umumnya menunjukkan gejala klinis gastroenteritis akut, yaitu diare berair, yang mungkin disertai demam dan muntah, dan diare sebagian besar berupa tinja encer encer berwarna kuning-hijau seperti bunga telur. Rotavirus tidak hanya dapat menyebabkan gejala gastrointestinal tetapi juga patologi organ sistemik lainnya seperti ensefalitis dan miokarditis.