Nyeri adalah respons yang tidak menyenangkan dari organisme terhadap jaringan yang rusak atau potensi kerusakan, aktivitas fisiologis dan psikologis yang kompleks, dan salah satu gejala klinis yang paling umum. Terdiri dari dua bagian: nosisepsi dan respons nyeri. Ini terdiri dari sensasi nyeri yang disebabkan oleh aksi stimulus yang melukai pada organisme, dan respons nyeri organisme terhadap stimulus yang melukai. Penilaian intensitas nyeri Penilaian nyeri adalah langkah paling penting dalam pengendalian nyeri, dan sebagai apoteker dan asisten apoteker yang bersentuhan dengan pasien yang mengalami nyeri, pertama-tama kita harus memahami penilaian nyeri. Ada empat metode utama untuk menentukan intensitas nyeri, yang semuanya memerlukan penilaian subjektif oleh pasien. Akal sehat Penilaian intensitas nyeri tidak hanya harus dinilai saat diam, tetapi juga saat pasien berolahraga, karena berolahraga tanpa rasa sakit, untuk mencapai tujuan latihan fisik dan pemulihan fungsi secara dini. 1, metode penilaian sederhana keluhan pasien (VRS), juga dikenal sebagai metode penilaian tingkat nyeri oral, disebut sebagai metode 4 tingkat. Metode ini sederhana dan mudah dimengerti, tetapi tampaknya umum dan sederhana, tingkat toleransi pribadi bervariasi, subyektif, terkadang tidak mudah digunakan, perlu dijelaskan kepada pasien dari berbagai perspektif dan instruksi. Tingkat 0 Tidak ada rasa sakit Tingkat Ⅰ (Ringan) Menyakitkan tetapi dapat ditoleransi, kehidupan normal, tidur tidak terganggu Tingkat Ⅱ (Sedang) Menyakitkan dan jelas, tidak dapat ditoleransi, membutuhkan obat penghilang rasa sakit, tidur terganggu. Tingkat Ⅲ (parah) Nyeri parah dan tidak dapat ditoleransi, tidur sangat terganggu, dapat disertai dengan gangguan otonom atau posisi tubuh pasif. 2 .Numerical Rating System (NRS) Ini adalah ekspresi visual numerik dari VAS, pasien diminta untuk mengekspresikan intensitas nyeri dengan angka “0 sampai 10”, 0 untuk tidak ada nyeri, 10 untuk nyeri yang paling parah, yaitu nyeri yang paling parah yang pernah dirasakan atau dibayangkan, tidak ada nyeri yang lebih parah dari ini. Kelebihannya adalah lebih intuitif, pasien mudah memahami dan mengekspresikannya, telah menjadi metode evaluasi nyeri yang paling banyak digunakan dan sederhana serta efektif. Kekurangan dari metode ini adalah pasien rentan terhadap gangguan digital, kurangnya dasar kuantitatif, pemahaman individu terhadap kesewenang-wenangan yang lebih besar, dan perlunya pasien memiliki kemampuan tertentu untuk berpikir abstrak. 3, Wong-Baker Faces Pain Rating Scale (Skala Penilaian Nyeri Wajah Wong-Baker) Metode ini menggunakan enam ekspresi wajah dari senyum hingga kesedihan hingga tangisan untuk mengekspresikan tingkat rasa sakit, masing-masing dinilai sebagai: tidak ada rasa sakit, sedikit rasa sakit, sedikit rasa sakit, lebih banyak rasa sakit, banyak rasa sakit, paling sakit. Metode ini dapat diterapkan pada semua usia, tidak memiliki latar belakang budaya atau persyaratan jenis kelamin tertentu, mudah dikuasai, tidak memerlukan peralatan tambahan, dan sangat cocok untuk nyeri akut, lansia, anak-anak (3-6 tahun), dan mereka yang tidak sadarkan diri atau tidak dapat mengekspresikan diri secara verbal.