Lutein adalah antioksidan penting dan anggota keluarga karotenoid (sekelompok pigmen yang larut dalam lemak yang terjadi secara alami yang ditemukan pada tumbuhan), juga dikenal sebagai “phytoalexin”, yang ada di alam bersama dengan zeaxanthin. 1. Komponen pigmen utama retina: lutein dan zeaxanthin membentuk komponen utama pigmen tumbuhan dalam sayuran, buah-buahan dan bunga, dan juga merupakan pigmen utama di daerah makula retina manusia. Mata manusia mengandung lutein dalam jumlah tinggi, suatu unsur yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia dan harus ditambah dengan asupan lutein; jika unsur ini kurang, mata akan menjadi buta. 2, melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya, memperlambat penuaan mata dan mencegah lesi: Sinar UV dan cahaya biru dari sinar matahari yang masuk ke dalam mata dapat menghasilkan radikal bebas dalam jumlah besar, yang menyebabkan katarak, degenerasi makula dan bahkan kanker. Sinar UV umumnya disaring oleh kornea dan lensa, tetapi cahaya biru menembus mata dan mencapai retina dan makula, di mana lutein menyaring cahaya biru dan mencegah kerusakan pada mata. Lapisan luar makula yang berlemak sangat rentan terhadap kerusakan oksidatif dari sinar matahari, membuat area ini sangat rentan terhadap degenerasi. Ini ditemukan dalam kadar tinggi pada sayuran hijau segar dan buah jeruk. Lutein tidak dapat disintesis oleh tubuh tetapi harus diserap melalui makanan. Lutein terutama ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna hijau gelap seperti kangkung, bayam, kembang kol hijau, ketumbar, labu, kacang polong, sawi, jagung, kiwi, anggur, jeruk, dll. Setiap orang membutuhkan sekitar 6 mg lutein sehari. Selain itu, kuning telur mengandung antioksidan seperti karotenoid, lutein dan zeaxanthin, yang dapat membantu memperlambat penuaan mata. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan telur setiap hari selama lima minggu dapat memiliki efek, dan telur dengan kuning telur yang lebih gelap mengandung lebih banyak lutein dan zeaxanthin untuk perlindungan mata yang lebih baik.