Apa yang dimaksud dengan hipokondria?

Hipokondriasis, juga dikenal sebagai neurosis hipokondriak, saat ini diklasifikasikan sebagai gangguan somatoform dan mengacu pada ketakutan atau keyakinan pasien bahwa ia memiliki satu atau lebih penyakit fisik yang serius, dengan pasien mengeluhkan gejala somatik dan berulang kali mencari pertolongan medis, meskipun tes medis berulang kali menunjukkan hasil negatif dan Pasien mengeluhkan gejala somatik dan berulang kali mencari pertolongan medis, meskipun tes medis berulang kali menunjukkan hasil negatif dan penjelasan medis mengenai tidak adanya gangguan tersebut, seringkali disertai dengan kecemasan atau depresi. Penyakit ini umumnya berkembang sebelum usia 50 tahun, memiliki perjalanan penyakit yang berfluktuasi kronis dan dapat terjadi pada pria dan wanita. Etiologi 1. Dasar kepribadian Sifat-sifat kepribadian yang menyendiri, keras kepala, introvert, terlalu mementingkan diri sendiri, sensitif, egosentris, narsistik, minat yang sempit, penakut, mudah tersinggung, dan sugestif dapat menjadi dasar perkembangan hipokondria. 2. Faktor sosial dan lingkungan Mengetahui bahwa seorang kerabat atau teman telah meninggal karena penyakit serius dapat menimbulkan kecurigaan bahwa Anda akan mengikutinya. Jika Anda melihat orang lain yang menderita kanker hati, Anda mungkin merasa tidak nyaman di area hati. Komentar yang tidak pantas dari dokter, tes medis yang berlebihan, pengobatan yang tidak perlu, pembedahan yang tidak perlu, dan lain-lain, semuanya dapat berkontribusi pada pengembangan kecurigaan. Faktor somatik Orang-orang pada masa remaja atau menopause rentan terhadap beberapa perubahan sensorik somatik dan ketidakstabilan otonom, seperti jantung berdebar, hot flashes, perkembangan atau atrofi organ reproduksi, dll. Persepsi yang tidak rasional tentang fenomena fisiologis tersebut dapat berkontribusi pada munculnya hipokondriasis. 4. Faktor Psikologis Beberapa orang percaya bahwa penyakit ini disebabkan oleh kelainan persepsi dan kognitif. Sistem kognitif pasien dapat membuat interpretasi yang tidak tepat terhadap sensasi dan perubahan somatik, yang menyebabkan hipokondriasis. Ciri dasar penyakit ini adalah keasyikan yang terus-menerus dengan gagasan bahwa seseorang memiliki satu atau lebih penyakit fisik yang progresif dan serius atau yang saat ini tidak dikenali. Pasien datang dengan kondisi terlalu khawatir tentang kesehatan mereka dan setiap perubahan kecil dalam tubuh mereka, dan memberikan penjelasan hipokondriasis yang tidak sesuai dengan status kesehatan mereka yang sebenarnya. Gejala yang mencurigakan dapat berupa ketidaknyamanan umum, rasa sakit atau disfungsi di area tertentu, atau bahkan penyakit tertentu. Gejala dapat bervariasi dari gejala yang terlokalisasi dengan baik dan dijelaskan dengan jelas seperti perasaan bengkak di hati, perasaan melilit di perut atau usus, perasaan tersumbat di kepala, atau perasaan tersumbat di tenggorokan, hingga mengalami ketidaknyamanan yang tidak terlokalisasi dengan baik dan tidak jelas.$ Nyeri adalah gejala yang paling umum, dan dari segi lokasi, kepala, leher, punggung dan dada adalah yang paling dominan. Gejala somatik dapat melibatkan berbagai organ, seperti mual, refluks asam lambung, diare, jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas. Beberapa pasien menduga bahwa panca indera mereka tidak berfungsi dengan baik, terutama hidung, telinga dan payudara, serta mengeluhkan bau badan atau berkeringat. Hal ini sering disertai dengan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan dan gejala disfungsi vegetatif. Pasien tidak dapat mempercayai dan menerima hasil tes negatif dan penjelasan dokter, tetapi terus bersikeras dengan kecurigaannya sendiri dan terus pergi ke berbagai rumah sakit berulang kali untuk meminta tes dan pengobatan. Karena sebagian besar atau seluruh perhatian pasien terfokus pada masalah kesehatan, sehingga secara signifikan memengaruhi studi, pekerjaan, kehidupan, dan interaksi interpersonal sehari-hari. ‍‍‍