Pengobatan sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah penyakit endokrin dan metabolik yang umum terjadi pada wanita usia reproduktif, dengan tingkat prevalensi 4 hingga 12 persen wanita usia reproduktif, dan 70 persen di antaranya berkonsultasi dengan dokter untuk masalah infertilitas. Manifestasi klinisnya meliputi kelainan menstruasi, infertilitas, hiperandrogenisme, dan perubahan ovarium polikistik. Hal ini dapat disertai dengan kelainan metabolik seperti obesitas, resistensi insulin (IR) dan dislipidemia. Karena ada perbedaan dalam manifestasi klinis penyakit ini, maka ada juga perbedaan dalam pengobatannya, yang berarti bahwa pengobatan harus mengikuti prinsip individualisasi. Pada artikel ini, kami akan berfokus pada pengobatan sindrom ovarium polikistik yang dikombinasikan dengan infertilitas. Pertama, penggunaan pil kontrasepsi jangka pendek secara teratur (Daini-35, Maflon, Eucerin) selama 2-3 siklus, diikuti dengan penggunaan obat untuk meningkatkan ovulasi (Clomiphene, Letrozole), pemantauan perkembangan folikel secara teratur, dan memilih periode ovulasi untuk senggama. Kedua, untuk pasien obesitas dengan sindrom ovarium polikistik untuk mengurangi berat badan, yang terbaik adalah menggunakan kontrol diet dan peningkatan olahraga untuk hasil yang lebih efektif. Sekali lagi, bagi pasien dengan resistensi insulin untuk mengonsumsi insulin yang lebih sensitif seperti metformin pada waktu yang bersamaan. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kadar serum 25-hidroksivitamin D2 umumnya lebih rendah pada pasien yang tidak subur daripada orang normal, sehingga diperlukan suplementasi multivitamin yang tepat.