Miopi tinggi secara klinis didefinisikan sebagai refraksi > -6D, yaitu miopi > 600°, dan biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Selain kehilangan penglihatan yang signifikan, pasien dengan miopia tinggi sering memiliki patologi fundus terkait seperti ablasi retina, nyamuk terbang, perdarahan vitreous sklera posterior, perdarahan makula di mata, dan mungkin juga memiliki gangguan penglihatan seperti berkurangnya ketajaman penglihatan dan rabun senja. Oleh karena itu, disarankan agar pasien dengan miopia tinggi harus lebih memperhatikan perlindungan mata mereka dalam kehidupan sehari-hari dan mencari pertolongan medis begitu mereka menemukan kelainan pada penglihatan mereka. 1, ablasi retina: miopia tinggi dapat menyebabkan ablasi retina yang serius, sebagian besar karena miopia tinggi yang disebabkan oleh ablasi vitreous posterior, yang pada gilirannya menarik retina dan menyebabkan sensasi tiba-tiba benda mengambang di mata, atau penglihatan kabur tiba-tiba. 2, nyamuk terbang: usia Bertambahnya usia dapat menyebabkan nyamuk terbang secara fisiologis, tetapi beberapa orang muda yang sangat rabun dengan degenerasi vitreous, juga dapat muncul nyamuk terbang. Sering dimanifestasikan sebagai bayangan hitam tiba-tiba di depan mata atau dengan kilatan cahaya yang tidak normal, seperti banyak nyamuk terbang di depan mata, juga bisa disertai dengan penglihatan kabur, kehilangan penglihatan dan gejala lainnya; 3, chylomalacia skleral posterior: biasanya karena miopia tinggi yang disebabkan oleh penipisan dinding bola untuk membentuk tonjolan dan disebabkan, dapat menyebabkan kesulitan koreksi penglihatan; 4, perdarahan makula: bagian dari miopia tinggi dapat menyebabkan perubahan degeneratif retina, pemeriksaan dapat dilihat pada fundus bagian titik cahaya dari tambalan 5. Penurunan kemampuan untuk melihat: beberapa pasien dengan miopi tinggi mengalami degenerasi makula, yang dapat menyebabkan distorsi penglihatan atau penurunan kemampuan untuk mengenali warna merah. Glaukoma: Pasien miopia tinggi sering kali mengalami perubahan struktural pada mata, yang sering kali menyebabkan obstruksi sirkulasi aqueous intraokular, yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraokular dan glaukoma.