Kelembaban dan ketidakbersihan di daerah perineum paling sering disebabkan oleh inkontinensia anal yang mengakibatkan retensi feses. Wawancara dan pemeriksaan fisik yang cermat dapat mengidentifikasi penyebab sebagian besar inkontinensia tinja. Pemeriksaan radiologis dan fisiologis sebelum perawatan dapat memastikan diagnosis, dan kelainan yang relevan pada fungsi gastrointestinal dan deteksi cacat sfingter anus dapat memberikan informasi awal yang obyektif. Pemeriksaan umum pada area anal-perineum yang lembab dan tidak bersih meliputi hal-hal berikut ini: 1. Menanyakan riwayat 50 persen pasien dengan inkontinensia tinja tidak akan secara sukarela mengeluh mengalami gejala kecuali ditanya secara rinci. Ketika pasien mengunjungi dokter, adalah tanggung jawab dokter untuk mendorong pasien untuk menceritakan riwayatnya secara rinci dan memandu atau secara langsung mengajukan pertanyaan tentang situasinya. (1) Riwayat kesehatan: untuk mengetahui apakah ada riwayat operasi, cedera lahir, trauma, perjalanan penyakit dan pengobatan, dll.. (2) Gejala: termasuk: (1) pengendalian diri buang air besar, ada tidaknya keinginan untuk buang air besar, jumlah buang air besar per hari, kondisi perawatan diri, (2) gejala ekstra anal, seperti kelainan buang air kecil, kondisi tulang belakang, kewarasan intelektual, dan status mental. 2 . Pemeriksaan lokal Pemeriksaan anal dapat memahami apakah ada faktor lokal yang menyebabkan inkontinensia tinja. (1) Pemeriksaan visual: perhatikan adanya kontaminasi tinja, ulserasi, jaringan parut pada kulit eksim, prolaps selaput lendir, dilatasi anus, dan sebagainya. (2) Palpasi: perhatikan kekuatan kontraksi sfingter anus, ketegangan cincin anorektal, dan sebagainya. (3) Endoskopi: amati warna mukosa dubur, adanya bisul, peradangan, tumor yang berdarah, stenosis dan fistula anus, dll. Wawancara dan pemeriksaan fisik yang cermat dapat mengidentifikasi penyebab sebagian besar inkontinensia tinja. Pemeriksaan radiologis dan fisiologis pra-perawatan dapat memastikan diagnosis, dan kelainan yang relevan pada fungsi pencernaan dan deteksi cacat sfingter anus dapat memberikan informasi dasar yang obyektif.