Bagaimana cara mengobati vaskulitis trombo-oklusif

Pengobatan vaskulitis trombo-oklusif terutama bersifat konservatif, dengan mengonsumsi obat anti-trombosit dan vasodilator, dan pada kasus yang parah, terapi intervensi. 1. Pengobatan umum: larangan mutlak merokok; jaga agar kaki tetap bersih dan kering, cegah infeksi dan trauma; cegah kedinginan dan jaga agar tetap hangat, tetapi jangan kepanasan, agar tidak menambah konsumsi oksigen dan memperparah kondisi. Hindari penggunaan obat vasokonstriksi. Latihan Buerger direkomendasikan: pasien berbaring telentang, mengangkat tungkai yang terkena pada 45° dan mempertahankannya selama 1 hingga 2 menit, kemudian menjatuhkan kedua kaki di samping tempat tidur selama 2 hingga 5 menit, sambil menggerakkan kedua kaki sekitar 10 kali, kemudian meratakan tungkai yang terkena dan beristirahat selama 2 menit; lakukan latihan Buerger 10 kali setiap kali, 3 hingga 5 kali sehari. 2. Pengobatan: Pengobatan dapat meringankan gejala pasien. Obat anti trombosit, misalnya aspirin, clopidogrel, dll. Vasodilator, seperti cilostazol, sargramostim, prostaglandin E1, dll. 3. Terapi Intervensi: Untuk vaskulitis trombo-oklusif yang lebih parah, terapi intervensi diperlukan selama fase remisi penyakit. Tujuan terapi intervensi adalah melebarkan pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat sehingga sirkulasi darah jaringan dan sel dapat ditingkatkan. 4. Pembedahan: trombektomi arteri, penghubung bypass arteri, dll. Prinsip pengobatan untuk vaskulitis trombo-oklusif adalah mencegah perkembangan lesi, meningkatkan suplai darah ke anggota tubuh yang terkena, mengurangi rasa sakit pada anggota tubuh yang terkena, dan mempercepat penyembuhan borok. Selain latihan olahraga untuk anggota tubuh yang terkena dan obat pendukung gejala, berhenti merokok adalah kunci untuk pengobatan vaskulitis trombo-oklusif.