Anak berusia 3 tahun hampir buta dengan 900 derajat miopi

  Seorang anak berusia tiga tahun, Lele, menjalani tes penglihatan dan ternyata ia mengalami rabun jauh hingga 900 derajat! Dokter mengatakan bahwa miopi anak itu begitu kuat yang disebabkan oleh bermain komputer.  Bukan kebetulan bahwa seorang ibu mengatakan bahwa putrinya Xiaoxin, yang berusia 6 tahun, sangat suka bermain dengan ponselnya, sering memegangnya dan bermain dengan buah potong selama satu atau dua jam, duduk di sana dengan sangat baik. Ibu Xiaoxin berpikir bahwa membiarkannya bermain dengan ponselnya cukup melegakan dan tidak menunda pekerjaannya. Namun, baru-baru ini, Xiao Xin sering menggosok matanya dan menyipitkan mata ketika melihat sesuatu.  Jika miopi tinggi tidak ditangani tepat waktu, sekitar 10% pasien bisa menjadi buta, dan untuk miopi super tinggi lebih dari 1000 derajat, melepas kacamata pada dasarnya sama dengan menjadi “buta”.  Namun, menurut survei, 63,77% keluarga telah membeli komputer tablet, 30% berencana untuk membeli komputer tablet, dan survei menunjukkan bahwa lebih dari 30% anak-anak berusia 3-5 tahun akan mengoperasikan komputer dan bermain game.  Kedua, haruskah Anda membelikan komputer tablet untuk anak Anda Sebelumnya, beberapa netizen melaporkan bahwa anak-anak mereka, yang baru duduk di kelas tiga, harus membeli iPad karena banyak teman sekelas mereka yang memilikinya. Alasannya, banyak siswa di kelas yang memilikinya. Para orang tua bingung antara membelikan atau tidak membelikannya. Mereka khawatir bahwa hal itu akan memengaruhi pembelajaran anak-anak mereka, tetapi mereka juga takut bahwa mereka akan kehilangan anak-anak mereka. Jadi, apakah anak-anak harus membeli ponsel atau tidak?  Baik itu ponsel atau komputer, bukan hanya alat hiburan untuk bermain game dan menonton film, tetapi jika digunakan dengan bijak, juga dapat membantu anak-anak belajar. Sehingga muncul pertanyaan lagi, pada akhirnya bagaimana cara yang benar membimbing anak-anak untuk menggunakan produk elektronik?  Yang paling penting adalah peran bimbingan orang tua.  1, tentukan waktu Anak-anak suka bermain-main dan tidak memiliki rasa waktu, sementara orang tua tidak bisa melakukannya tanpa waktu. Tentukan bahwa anak-anak bermain setelah menyelesaikan pekerjaan rumah mereka dan beristirahat, jangan bermain dengan telepon selama lebih dari setengah jam pada satu waktu, dan letakkan telepon setiap sepuluh menit untuk memalingkan muka dan merilekskan mata mereka. Orang tua harus mengatur waktu secara wajar bagi anak-anak mereka untuk bermain produk elektronik dan tidak membiarkan mereka menikmati permainan online; jika anak-anak berubah-ubah dan harus bermain sepanjang waktu, orang tua juga harus menolak dan menghentikan mereka dengan benar.  Pengaruh keluarga adalah cara pendidikan yang paling langsung, dan pengaruh perilaku dan kebiasaan orang tua terhadap anak-anak mereka tidak kentara dan sepanjang waktu. Jika Anda ingin anak Anda mengembangkan kebiasaan yang baik, orang tua harus terlebih dahulu meletakkan ponsel mereka. Usahakan untuk tidak bermain dengan telepon ketika anak berada di rumah, terutama ketika anak sedang belajar. Orang tua dapat menggunakan ponsel untuk membaca e-book, tetapi jangan memanjakan diri dalam permainan online; orang tua tidak berbaring di tempat tidur dan bermain dengan ponsel, anak-anak mudah meniru, yang akan mempengaruhi perkembangan fisik anak.  3, mengalihkan perhatian Ketika anak-anak memanjakan diri dalam produk elektronik orang tua harus mengambil tindakan, mengalihkan perhatian anak-anak adalah metode yang sangat baik. Orang tua dapat membawa anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan, jangan bosan di rumah sepanjang hari, jika tidak, Anda tidak dapat menyalahkan anak yang suka bermain ponsel; ketika anak ingin bermain ponsel, orang tua dapat mengajak anak untuk membaca buku bersama, menceritakan kisah anak, atau bersama dengan anak untuk melakukan permainan orang tua-anak.