Sindrom Horner adalah kondisi klinis umum di mana jalur simpatis dari leher ke mata dikompresi atau dirusak oleh berbagai faktor, yang mengakibatkan kelainan pada fungsi normal saraf simpatis di area yang bersangkutan. Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan tiga gejala utama, yaitu penyempitan pupil, ptosis dan entropion serta riwayat klinis. Pada pasien dengan gejala yang kurang jelas, pemeriksaan CT dapat dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis, yang biasanya dibagi menjadi pemindaian polos, contrast-enhanced dan contrast scan. Pemeriksaan CT untuk sindrom Horner adalah sebagai berikut: 1. Plain scan Plain scan adalah scan umum tanpa peningkatan kontras atau kontras. Biasanya dilakukan sebagai pemindaian biasa terlebih dulu. 2.Pemindaian yang ditingkatkan kontras Pemindaian yang ditingkatkan kontras adalah metode di mana agen yodium organik yang larut dalam air, seperti 60ml pantopamin 60%-76%, disuntikkan secara intravena sebelum pemindaian dilakukan. Peningkatan konsentrasi yodium dalam darah dapat menghasilkan perbedaan konsentrasi yodium antara organ dan lesi, menciptakan perbedaan densitas yang dapat membuat lesi tampak lebih jelas. Metode-metode ini dibagi ke dalam metode injeksi kelompok, tetesan statis dan injeksi statis dan tetesan. Pemindaian kontras adalah metode pencitraan organ atau struktur dan kemudian memindainya. Misalnya, menyuntikkan 8-10ml iodotrone ke dalam kolam otak atau 4-6ml udara ke dalam kolam otak dan kemudian melakukan pemindaian, yang disebut CT scan kolam otak, dapat dengan jelas menunjukkan kolam otak dan tumor kecil di dalamnya.