Dalam pengelolaan massa tiroid, langkah pertama adalah menentukan jinak atau ganasnya massa. Hal ini dapat dilakukan dengan USG kelenjar tiroid dan aspirasi jarum halus dari massa tiroid untuk menentukan sifat massa. Jika benjolan tersebut ganas, dianjurkan untuk melakukan pembedahan untuk mengangkat benjolan tersebut dalam pembedahan umum. Jika massa jinak tetapi cukup besar untuk menekan trakea atau esofagus, maka ablasi atau pembedahan invasif minimal dapat dipertimbangkan. Jika massa berukuran 1-4 cm, ablasi frekuensi radio dapat menjadi pilihan. Untuk lesi kelenjar tiroid yang sekunder akibat hipertiroidisme atau di mana kemungkinan keganasan tidak dapat dikesampingkan, perawatan bedah yang cepat harus menjadi pilihan. Biopsi eksisi lesi di bawah anestesi lokal dapat dilakukan, karena ada juga beberapa pasien yang mungkin memiliki tumor ganas atau kondisi peradangan sederhana yang mungkin menjadi penyebabnya.