Pilihan pendekatan bedah dan analisis keberhasilan berbagai jenis kelainan bentuk oksipital dan serviks

Analisis pilihan pendekatan bedah dan kemanjuran berbagai jenis kelainan bentuk oksipital dan serviks TUJUAN: Untuk menyelidiki pilihan pendekatan bedah dan kemanjuran klinis berbagai jenis kelainan bentuk oksipital dan serviks. Metode: 126 pasien dengan kelainan bentuk oksipitoservikal yang dirawat di rumah sakit kami dari Maret 2005 hingga Agustus 2012 dikumpulkan dan hasil perawatan bedah serta peningkatan fungsi sumsum tulang belakang mereka dianalisis. 58 pria dan 68 wanita, berusia 13-67 tahun, rata-rata 37,4±9,2 tahun. Deformitas oksipitoservikal dikombinasikan dengan subluksasi atlantoaksial reversibel pada 74 kasus, subluksasi atlantoaksial refraktori pada 24 kasus, subluksasi atlantoaksial pada 20 kasus, dan deformitas odontoid dan odontoid bebas pada 8 kasus. Para pasien diobati dengan fusi atlantoaksial posterior dan fiksasi internal (49), fusi oksipitoservikal posterior dan fiksasi internal (53) dan fiksasi oksipitoservikal posterior dengan pelepasan sendi atlantoaksial transoral dan reposisi (24 kasus). Para pasien ditindaklanjuti secara teratur setelah operasi dan perubahan skor JOA, fusi implan, hilangnya fungsi serviks dan komplikasi dibandingkan sebelum dan sesudah operasi. HASIL: Semua pasien mencapai penyembuhan tulang dan skor JOA pasca operasi membaik dibandingkan dengan skor sebelum operasi (p<0,05), dengan tingkat perbaikan secara keseluruhan sebesar 83%. Hilangnya fungsi rotasi serviks pasca operasi pada ketiga kelompok masing-masing adalah 62,02% ± 6,84%, 82,025% ± 4,85% dan 66,75% ± 13,64%. Pada satu pasien, tulang autogen yang ditanamkan secara bertahap diserap kembali setelah operasi dan penyembuhan tulang diperoleh setelah operasi ulang. Kesimpulan: Pemilihan prosedur yang tepat sesuai dengan jenis deformitas oksipitoservikal dan kemudahan reposisi setelah traksi kranial pra operasi dapat menghasilkan hasil yang memuaskan, dan fusi atlantoaksial memiliki dampak yang lebih kecil terhadap fungsi rotasi tulang belakang leher. Kata kunci: deformitas oksipito-servikal; dislokasi atlanto-aksial; deformitas odontoid; proses odontoid bebas Deformitas oksipito-servikal adalah suatu kondisi klinis yang umum terjadi yang menyebabkan ketidakstabilan pada tulang belakang leher bagian atas dan mempercepat proses degenerasi pada tulang belakang leher bagian bawah, yang sering dikombinasikan dengan kompresi pada serviks dan medula oblongata, dan menempatkannya pada kondisi yang berbahaya di mana kerusakan kecil seperti jatuh atau benturan dapat menyebabkan peningkatan gejala neurologis atau bahkan membahayakan nyawa pasien. Pembedahan sering kali diperlukan untuk mengembalikan hubungan anatomis normal tulang belakang leher bagian atas, untuk membangun kembali kestabilannya dan meringankan kompresi medula servikalis, tetapi karena daerah oksipitoservikal bersebelahan dengan struktur penting seperti medula oblongata dan otak kecil, maka struktur anatomisnya menjadi rumit, sehingga pembedahan pada daerah ini menjadi sulit dan berisiko. Pemilihan metode pembedahan untuk berbagai jenis kelainan bentuk oksipital dan serviks telah mendapat perhatian besar baik di dalam maupun di luar negeri. Banyak metode bedah yang baru dan efektif juga telah diusulkan. Dalam makalah ini, kami meninjau dan menganalisis data klinis dari 126 pasien dengan kelainan bentuk leher oksipital yang dirawat di rumah sakit kami dari bulan Maret 2005 hingga Agustus 2012, dan merangkum pilihan metode bedah untuk berbagai jenis kelainan bentuk leher oksipital, sehingga dapat memberikan bantuan dan referensi kepada para klinisi dalam pemilihan metode bedah untuk pengobatan kelainan bentuk leher oksipital.