Penyebab pasti dari batu saluran kemih tidak diketahui, dan batu-batu tersebut dapat diklasifikasikan menurut komposisi kimianya sebagai berikut: batu kalsium oksalat, batu asam urat, batu kalsium fosfat, batu sistin, dan batu magnesium amina fosfat. Penggunaan sistem analisis otomatis spektroskopi inframerah, analisis fisik dan kimia batu, dapat memperjelas komposisi batu, dan kemudian dapat ditargetkan pencegahannya. Mengubah lingkungan asam-basa urin secara artifisial melalui pengobatan atau modifikasi pola makan dapat membantu pasien meminimalkan dan mencegah terjadinya batu. Menurut statistik, tingkat kekambuhan batu saluran kemih lebih dari 10 persen, dan jika itu adalah batu yang terinfeksi, tingkat kekambuhan batu bisa mencapai 78 persen. Bagaimana cara mengurangi kekambuhan batu? (1) Minum air putih untuk mencegah batu. Setelah mengalami batu, ketika Anda ke dokter, dokter mengatakan kata-kata yang paling banyak adalah minum lebih banyak air, lalu berapa banyak air yang dianggap lebih banyak? Saran umumnya adalah setelah minum air putih, Anda harus memastikan bahwa pengeluaran urin Anda adalah 2000-2500ml dalam 24 jam. mengenai jenis air yang diminum, umumnya dianggap bahwa cairan non-susu dengan kandungan asam oksalat yang lebih sedikit lebih sesuai. Konsumsi kafein, teh hitam, jus anggur, jus apel, dan Coca Cola yang berlebihan harus dihindari. Lebih banyak jus jeruk, jus cranberry asam dan limun direkomendasikan. Air minum harus didistribusikan sepanjang hari, jadi selain minum banyak air di siang hari, Anda juga harus minum 300-500 ml air sebelum tidur dan setelah bangun tidur untuk buang air kecil saat tidur. (2) Diet untuk mencegah batu. Pertahankan keseimbangan nutrisi makanan yang komprehensif, dengan penekanan pada menghindari asupan salah satu nutrisi yang berlebihan. Kalsium Makanan: Diet dengan asupan kalsium normal, membatasi asupan protein hewani dan natrium memiliki efek yang lebih baik dalam mencegah kambuhnya batu daripada diet rendah kalsium tradisional. Orang dewasa harus mengonsumsi 800-1000mg kalsium per hari, tetapi pasien dengan hiperkalsiuria serap harus menjalani diet rendah kalsium. Batasi asupan asam oksalat makanan: Pasien dengan batu kalsium oksalat harus menghindari makanan kaya asam oksalat seperti kangkung, almond, kacang tanah, bit, peterseli, bayam, kelembak, rhubarb, teh hitam, dan bubuk kakao. Di antara mereka, bayam memiliki kandungan asam oksalat tertinggi, dan pasien dengan batu kalsium oksalat harus menghindari makan bayam. Batasi asupan natrium: diet tinggi natrium akan meningkatkan ekskresi kalsium urin, asupan natrium harian harus kurang dari 2g. Batasi asupan protein: hindari asupan protein hewani yang berlebihan, asupan protein hewani harian harus dibatasi hingga 150g. Secara khusus, pasien dengan batu berulang tidak boleh mengonsumsi lebih dari 80 g protein per hari. Kurangi berat badan: Disarankan agar pasien dengan batu saluran kemih mempertahankan indeks massa tubuh antara 11 dan 18. Perbanyak makanan berserat: Bekatul dapat mengurangi ekskresi kalsium dalam urin dan mengurangi kambuhnya batu saluran kemih, tetapi hindari makanan berserat yang kaya akan asam oksalat, seperti dedak gandum. Kurangi asupan vitamin C: vitamin C secara alami diubah menjadi asam oksalat. Batasi diet kaya purin: Pasien dengan batu kalsium oksalat dengan hiperurisuria harus menghindari diet kaya purin. Makanan kaya purin meliputi: organ hewan (hati dan ginjal), kulit unggas, ikan haring berkulit, ikan sarden dan ikan teri.