Uji coba terkontrol secara acak telah menunjukkan bahwa bedah laparoskopi untuk usus buntu sederhana memiliki insiden infeksi insisi yang lebih kecil, rawat inap yang lebih singkat dan pemulihan yang lebih cepat daripada bedah terbuka. Namun, tidak ada penelitian terkontrol secara acak yang relevan untuk usus buntu yang kompleks. Dalam hal ini, Profesor Thomson JE et al melakukan penelitian terkontrol secara acak terhadap operasi laparoskopi (LA) dan terbuka (OA) untuk usus buntu yang rumit, yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2014 di Surg Endosc. Penelitian ini membagi 114 pasien dengan apendisitis rumit ke dalam kelompok LA dan OA melalui alokasi acak terkomputerisasi, yang disetujui oleh Komite Etika Asosiasi Medis Dunia, dan semua peserta menandatangani formulir persetujuan. Apendisitis rumit termasuk apendisitis dengan pemeriksaan fisik, biokimia dan studi pencitraan yang menunjukkan peritonitis terbatas atau menyebar yang dapat menyebabkan korban bedah. Pasien yang berusia di bawah 12 tahun, wanita hamil, dan mereka yang memiliki riwayat bedah perut tidak diikutsertakan. Hasil utama dari penelitian ini adalah angka kematian semua penyebab dan angka kematian terkait pembedahan, dan hasil sekundernya adalah durasi pembedahan, angka infeksi sayatan, angka pembedahan sekunder, lama rawat inap di rumah sakit, dan angka rawat inap ulang. Mereka yang memiliki patologi pasca operasi yang menunjukkan apendisitis normal atau sederhana akan diikutsertakan lebih lanjut. Hasil statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara bedah laparoskopi (LA) dan bedah terbuka (OA) untuk apendisitis rumit dalam hal waktu operasi, tingkat infeksi sayatan, tingkat operasi sekunder, lama rawat inap, dan angka rawat inap ulang, yang membuktikan bahwa bedah LA sama amannya dan sama efektifnya untuk pengobatan apendisitis rumit. Kesimpulannya, bedah laparoskopi (LA) untuk apendisitis rumit sama amannya dan sama efektifnya dengan bedah perut terbuka (OA), tetapi penelitian ini dibatasi oleh jumlah sampel, dan diperlukan sampel RCT yang besar untuk mendukung kemampuan bedah LA dalam mengurangi komplikasi pascabedah dan memperpendek masa rawat inap di rumah sakit.