Hipersensitivitas sensorik adalah reaksi kulit terhadap peningkatan kepekaan terhadap rangsangan penyakit tertentu, terutama kepekaan nosiseptif. Hal ini dapat terjadi secara lokal atau secara umum. Hal ini bisa berumur pendek atau terus-menerus. Sebagai contoh, beberapa penyakit seperti kolesistitis dan radang usus buntu dapat terjadi, sering kali disertai dengan hipersensitivitas di area kulit tempat saraf berada. Dalam dermatologi neuralgia setelah herpes zoster, misalnya, juga dapat menyebabkan sensitivitas sensorik langsung. Hipersensitivitas sensorik juga umum terjadi di departemen lain. Pengobatan dapat berupa pengobatan simtomatik, dengan penggunaan vitamin B1 dan vitamin B12, serta terapi sugestif, dll.