Hiperplasia kelenjar susu dan fibroadenoma payudara adalah penyakit yang umum dijumpai di klinik penyakit payudara, dan kanker payudara adalah tumor ganas yang sangat membahayakan kesehatan fisik dan mental wanita, jadi ciri-ciri apakah yang dapat membantu kita untuk membuat diagnosis diferensial dari ketiga penyakit tersebut? Hiperplasia kelenjar susu biasanya terlihat pada wanita paruh baya, dan penyebabnya terutama adalah kelainan endokrin yang menyebabkan hiperplasia yang berlebihan dan peremajaan jaringan payudara yang tidak sempurna selama siklus menstruasi. Manifestasi klinisnya adalah pembengkakan dan ketidaknyamanan payudara secara periodik unilateral atau bilateral yang terputus-putus, terlihat jelas selama periode pramenstruasi dan hilang setelahnya; rasa sakitnya juga sensitif terhadap gesekan dengan pakaian bila terlihat jelas; sering disertai dengan dismenore, gangguan menstruasi dan ketegangan menstruasi. Nodul atau benjolan kecil yang tersebar dengan ukuran yang bervariasi sering kali teraba di kuadran luar atas payudara, tidak berbatas tegas dengan jaringan di sekitarnya, sebagian besar terasa nyeri saat disentuh, tidak melekat pada kulit atau jaringan yang lebih dalam, dan dapat berpindah-pindah. Pada sejumlah kecil pasien, dapat terlihat keluarnya cairan susu berwarna seperti jerami atau coklat dari puting susu secara spontan. Hal ini dapat terlihat pada semua kelompok usia setelah pubertas dan sebelum menopause, dan tingkat keparahan gejala biasanya terkait dengan aktivitas, perubahan emosional dan siklus menstruasi. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan pembesaran payudara bilateral dengan lapisan kelenjar yang menebal dan ekogenisitas yang meningkat dengan margin yang halus dan rapi. Struktur internal kelenjar terganggu dan mungkin disertai dengan saluran susu yang melebar. Pasien sering kali tidak menunjukkan gejala yang disadari, tetapi sering kali ditemukan selama pemeriksaan fisik atau secara tidak sengaja. USG payudara menunjukkan adenoma yang berbatas tegas dengan bayangan akustik lateral, pemisahan berserat dan bintik-bintik kalsifikasi kasar, peningkatan ekogenik posterior, mobilitas nodul yang baik, dan sedikit sinyal aliran darah di dalam dan di sekitar nodul. 3. Kanker payudara Paling sering terjadi pada wanita paruh baya dan lanjut usia, dengan benjolan yang keras dan tidak nyeri pada payudara, sebagian besar unilateral, dan mudah melekat pada kulit di sekitarnya. Tidak ada hubungan yang signifikan antara benjolan dan siklus menstruasi atau perubahan suasana hati. Ultrasonografi payudara menunjukkan batas yang tidak beraturan, seperti kaki kepiting, seperti duri dengan titik-titik kalsifikasi kecil dan ekogenisitas posterior yang berkurang. Mammogram, MRI dan biopsi tusukan atau biopsi bedah dapat memberikan diagnosis yang lebih pasti.