Tujuan dan prinsip-prinsip asesmen rehabilitasi cerebral palsy

1. Tujuan: (1) Mengumpulkan informasi tentang fungsi fisik anak, situasi keluarga dan lingkungan sosial, dan untuk mengkarakterisasi disfungsi anak. (2) Untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh anak. (3) Untuk menganalisis perbedaan antara tingkat gangguan fungsional dan standar normal. (4) Memberikan dasar untuk pengembangan program pelatihan rehabilitasi. (5) Untuk memberikan dasar yang obyektif bagi efektivitas perawatan rehabilitasi. (6) Mengusulkan kriteria untuk klasifikasi tingkat kecacatan dan memberikan dasar untuk rehabilitasi dan pengembalian ke masyarakat. 2. Prinsip-prinsip: (1) Prosedur asesmen dapat dibagi menjadi pengumpulan informasi, analisis dan penelitian, penetapan tujuan dan perumusan rencana perawatan. (2) Penekanan diberikan pada pentingnya asesmen perkembangan secara keseluruhan, yang harus didasarkan pada perkembangan anak normal sebagai pembanding, dan asesmen yang komprehensif terhadap tubuh dan pikiran. Dengan kata lain, anak harus dianggap secara keseluruhan untuk penilaian yang komprehensif, tidak hanya menilai disfungsi motorik, tetapi juga menilai perkembangan keseluruhan, kecerdasan, bahasa, dan aspek-aspek lain dari kinerja anak. (3) Perhatian harus diberikan pada karakteristik perkembangan abnormal anak dengan cerebral palsy, yaitu ketidakdewasaan dan kelainan perkembangan otak, cedera primer dan gangguan sekunder; tidak hanya pada kecacatannya, tetapi juga pada kemampuan dan potensi yang dimiliki anak. (4) Penting untuk menilai anak dalam konteks situasi keluarga dan masyarakat di mana ia tinggal, karena faktor sosial dan lingkungan memainkan peran penting dalam semua aspek kehidupan anak. (5) Menerapkan prinsip asesmen sebagai prasyarat, yaitu penanganan rehabilitasi cerebral palsy harus dilakukan dengan prinsip asesmen sebagai awal dan asesmen sebagai akhir.