Refleksi Klinis tentang Konstipasi

TUJUAN: Untuk mengeksplorasi metode pengobatan konstipasi yang terbaik dengan mempelajari data klinis kasus konstipasi. METODE: Kasus-kasus diambil dari kasus konstipasi yang dirawat di rumah sakit kami dari bulan Maret 2003 hingga Mei 2006, dan jenis konstipasi, metode pengobatan, efek pengobatan, serta faktor-faktor terkait dianalisis. Hasil: Tiga jenis sembelit, yaitu sembelit tipe obstruksi saluran keluar, sembelit tipe penularan lambat dan sembelit tipe campuran, semuanya memiliki riwayat penyakit umum anal frekuensi tinggi; perawatan bedah untuk sembelit tipe obstruksi saluran keluar memiliki tingkat kesembuhan sebesar 30%, tingkat perbaikan sebesar 70%, dan tingkat efektivitas keseluruhan sebesar 100%, sedangkan tingkat efektivitas reseksi usus besar sub-total sebesar 50% dan 67% untuk sembelit tipe penularan lambat dan sembelit tipe campuran, serta terdapat komplikasi yang serius; perawatan bedah untuk dua jenis sembelit untuk Tingkat efektifitas total pembedahan untuk kedua jenis konstipasi ini terhadap penyakit umum anus masing-masing adalah 80% dan 100%, dan tidak ada komplikasi yang jelas. Kesimpulan: Perhatian harus diberikan pada pengobatan penyakit dubur yang umum, dan perawatan bedah sembelit harus dilakukan secara individual, untuk menghindari pembedahan yang lebih traumatis.