Klasifikasi ensefalopati hepatik

Ensefalopati hepatik terutama mengacu pada penyakit hati akut atau kronis yang parah yang menyebabkan gangguan metabolisme sistem saraf pusat, dan pasien dapat hadir dengan gangguan kesadaran, perubahan perilaku, dan koma. Ada empat tingkat ensefalopati hepatik: Tahap I, juga dikenal sebagai tahap prodromal, di mana pasien mungkin menunjukkan perubahan kepribadian dan perilaku ringan, tidak ada tremor yang bergetar pada pemeriksaan klinis, dan tidak ada kelainan EEG yang signifikan. Tahap II disebut pra-kesadaran, dan pasien mungkin menunjukkan kebingungan mental dan perilaku abnormal. Tremor yang bergetar, refleks tendon hiperaktif, tonus otot yang meningkat, dan tanda bundel kerucut negatif sering muncul, sementara gelombang lambat yang abnormal dapat muncul pada EEG. Pada stadium III, yang juga dikenal sebagai stadium bisu, pasien menunjukkan keadaan bisu tetapi dapat terangsang. Pada stadium III, EEG dapat menunjukkan kelainan yang signifikan, dan gelombang lambat triphasic dapat muncul. Tahap IV disebut koma, di mana pasien kehilangan kesadaran dan tidak dapat dibangunkan, dan tremor bergetar tidak muncul dalam koma yang dalam.