Ketika seseorang mencapai usia paruh baya dan lanjut usia, karena adanya perubahan degeneratif pada fungsi fisiologis dan bentuk anatomis rongga mulut, mereka cenderung menderita penyakit mulut berikut ini. Penyakit periodontal Penyakit periodontal adalah penyebab utama kehilangan gigi pada orang paruh baya dan lanjut usia, sehingga orang paruh baya dan lanjut usia harus meningkatkan kesadaran akan penyakit ini dan melakukan pencegahan yang efektif. Metode pencegahan: Sikat gigi dan gunakan benang gigi secara efektif dengan sikat gigi kesehatan setiap pagi dan sore hari. Pemeriksaan mulut secara teratur, setiap enam bulan sekali. Pembersihan secara teratur (umumnya dikenal sebagai scaling) untuk menghilangkan karang gigi dan plak. Perhatikan keseimbangan diet untuk menjaga kesehatan jaringan tulang dan gusi. Karies permukaan akar Setelah gusi surut dan akar terbuka, karies dapat terjadi pada permukaan akar, yang disebut karies permukaan akar. Cara pencegahan: gunakan pasta gigi berfluoride untuk menyikat gigi, pemeriksaan rutin, deteksi dini, dan perawatan dini. 3 . Alergi dentin Permukaan gigi yang mengunyah dapat terkikis karena mengunyah makanan dalam jangka waktu lama, yaitu lapisan terluar dari enamel gigi menjadi aus dan dentin terpapar. Pada saat ini, munculnya gejala lokal berupa rasa dingin, panas, asam, manis, dan sensitif. Pengobatan: sering mengunyah kenari mentah atau teh, menyikat gigi dengan pasta gigi desensitisasi, dan pergi ke rumah sakit untuk perawatan desensitisasi. 4, cacat berbentuk baji Leher gigi adalah penghubung lemah dari struktur gigi, ketahanan aus yang rendah, di bagian bibir dan pipi ini rentan terhadap pembentukan dua cacat miring yang halus, yang dikenal sebagai cacat berbentuk baji. Metode pencegahan dan perawatan: (1) Pilih sikat gigi perawatan kesehatan, dengan menggunakan sikat vertikal atau metode sikat putar. (2) Kurangi makan makanan yang bersifat asam. (3) Mengobati penyakit lambung. (4) Pergi ke rumah sakit untuk ditambal. 5, gigi ompong Orang tua yang kehilangan gigi lebih sering terjadi. Gigi yang hilang harus dipulihkan tepat waktu. Umumnya sekitar 3 bulan setelah pencabutan gigi akan tumbuh kembali. Metode yang umum digunakan adalah, gigi tiruan sebagian atau gigi tiruan penuh, gigi tiruan bergerak atau gigi tiruan cekat, dan gigi tiruan implan. Gigi tiruan implan adalah akar gigi tiruan yang terbuat dari logam, yang ditanamkan ke dalam tulang gigi yang hilang dan kemudian dipasang dengan gigi tiruan. Gigi tiruan implan adalah metode yang paling modern untuk merestorasi gigi, karena stabil, nyaman dan menyenangkan secara estetika, dan dapat menahan kekuatan gigitan yang tinggi.