Dalam beberapa tahun terakhir, banyak ahli di Tiongkok dan luar negeri telah melakukan banyak penelitian tentang etiologi sindrom myelodysplastic (MDS) dan telah mengidentifikasi sejumlah faktor sebagai penyebab MDS, tetapi sejauh ini tidak ada bukti konklusif apakah merokok mendorong perkembangan MDS. Penelitian tim kami telah mengidentifikasi hubungan yang bergantung pada dosis antara merokok dan perkembangan MDS. Kami telah sampai pada kesimpulan penting berikut ini dari penelitian ekstensif kami: 1) Perokok memiliki risiko 45% lebih tinggi terkena MDS daripada non-perokok; 2) Perokok di Eropa dan Amerika memiliki risiko lebih tinggi terkena MDS daripada perokok di Asia; 3) Perokok wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena MDS daripada perokok pria; 4) Perokok yang merokok lebih banyak dan dalam jangka waktu yang lebih lama memiliki risiko lebih tinggi terkena MDS daripada mereka yang merokok lebih sedikit dan dalam jangka waktu yang lebih singkat 5. Risiko terkena MDS menurun bagi mereka yang telah berhenti merokok selama lebih dari satu tahun. Dari data kami, kita dapat melihat bahwa merokok adalah pemicu yang jelas untuk pengembangan MDS, dan alasan utama induksinya dapat diringkas sebagai berikut: 1. Rokok mengandung berbagai macam bahan kimia berbahaya, seperti: benzena, tar tembakau, kromium dan formaldehida, yang bersifat karsinogenik bagi manusia dan memiliki efek induksi tertentu pada pengembangan MDS; 2. Merokok mengurangi berbagai imunoglobulin dan sel kekebalan dalam tubuh; 3. Merokok mengurangi berbagai imunoglobulin dan sel kekebalan dalam tubuh; 4. Merokok mengurangi berbagai imunoglobulin dan sel kekebalan dalam tubuh. 2. Merokok dapat mengurangi berbagai imunoglobulin dan sel-sel imun dalam tubuh manusia, sehingga merusak sistem imun adaptif dan intrinsik tubuh, dan imunodefisiensi merupakan faktor penting dalam perkembangan MDS; 3. Merokok dapat menghambat apoptosis yang diinduksi oleh jalur Fas dan meningkatkan NF-κB dan berbagai aktivitas faktor inflamasi, yang memainkan peran penting dalam perkembangan MDS. Kesimpulannya, temuan telah menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor predisposisi penting untuk pengembangan MDS dan bahwa efek predisposisi ini adalah pola yang bergantung pada dosis, yaitu semakin banyak dan semakin lama seseorang merokok, semakin tinggi risiko pengembangan MDS. Sebaliknya, bagi mereka yang sudah mengidap penyakit ini, berhenti merokok membantu dalam pengobatan penyakit dan memfasilitasi kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, dari sudut pandang hematologi, kami merekomendasikan agar orang-orang di seluruh dunia berhenti merokok, yang merupakan kebiasaan berbahaya bagi tubuh manusia.