Manifestasi klinis koma adalah hilangnya siklus bangun-tidur dan ketidakmampuan pasien untuk terbangun dari tidur nyenyak yang terus menerus. Pasien kehilangan semua persepsi, perhatian, pikiran, emosi, orientasi, penilaian, ingatan, dan banyak aktivitas mental lainnya. Tidak ada pemahaman tentang diri sendiri atau lingkungan eksternal dan tidak ada respons terhadap rangsangan eksternal. Pasien tidak dapat melakukan perintah sederhana. Tidak ada respons sadar terhadap rangsangan nyeri yang kuat, kecuali ekspresi atau erangan yang terkadang menyakitkan. Tes apa yang diperlukan untuk pasien yang kehilangan kesadaran? Diagnosis lengkap dan titik diferensial koma harus mencakup 3 aspek: diagnosis lokal, diagnosis kualitatif, dan diagnosis etiologi. 1. Diagnosis lokal: Koma menandai kegagalan otak akut, yang memiliki pola kemunduran di sepanjang lapisan neuraksial. Tingkat kerusakan otak dan bidang fungsional yang tersisa dari pasien koma biasanya dapat ditentukan dengan pemantauan fungsi otak di samping tempat tidur. 2. Diagnosis kualitatif: Hal ini terutama terlihat pada penyakit sistemik ekstrakranial, termasuk sebagian besar ensefalopati metabolik dan ensefalopati toksik, tetapi juga pada beberapa penyakit intrakranial yang menyebar, seperti cedera aksonal yang menyebar, epilepsi yang menetap, ensefalopati hipertensi, dan ensefalitis tertentu. Diagnosis banding harus difokuskan pada riwayat medis masa lalu, pemeriksaan sistemik dan biokimia darah serta tes fungsi organ.