Infeksi luka dapat memakan telur karena kaya akan protein dan dapat melengkapi nutrisi yang kurang dalam proses penyembuhan luka, tetapi tidak boleh dimakan secara berlebihan, biasanya 1-2 sehari. Protein berkualitas tinggi lainnya dapat dimakan setelah infeksi luka, seperti ikan segar, udang dan daging sapi dan domba tanpa lemak. Pasien juga harus mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin, seperti kiwi, apel, pir bebek, jeruk bali, dll., yang dapat melengkapi vitamin yang sesuai dan meningkatkan penyembuhan luka. Beberapa pasien juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak tak jenuh, seperti kenari, kacang tanah, biji wijen, dll. Namun demikian, pasien harus menghindari minuman yang mengandung alkohol dan jangan makan makanan yang terlalu pedas, karena dapat menyebabkan gatal-gatal dan rasa tidak nyaman pada luka. Pertimbangan diet lainnya memerlukan konsultasi dengan dokter yang merawat.