Apa saja kategori lensa kontak?

  1 . Berdasarkan bahan

  (1) Lensa kontak keras.

  (2) Lensa kontak lunak.

  2 . Menurut waktu pemakaian

  (1) Pemakaian harian: lensa dilepas setiap malam untuk dibersihkan dan didesinfeksi.

  (2) Pemakaian lama: lensa yang dipakai semalaman, terlepas dari jumlah hari berturut-turut.

  (3) Resep fleksibel: untuk pemakaian semalam sesekali, tidak lebih dari dua malam per minggu.

  3. Dengan menggunakan siklus

  (1) Lensa sekali pakai: sekali pakai setelah digunakan, tanpa produk perawatan dan pemeliharaan.

  (2) Lensa yang sering diganti: dibuang dalam waktu tiga bulan, diperlukan produk perawatan.

  (3) lensa tradisional: lebih dari tiga bulan, gunakan selama sekitar 12 bulan

  4. Persentase kandungan air lensa menurut kadar air

  1. Kadar air = kadar air dalam lensa / berat total lensa x 100% lensa lunak.

  2, secara konvensional dibagi menjadi dua kategori: kadar air rendah 50% permeabilitas oksigen sebanding dengan kadar air.

  5, metode klasifikasi bahan lensa lunak FDA

  (1) kadar air rendah non-ionik 35% – 50% kadar air tipe konvensional bahan ideal untuk lensa ultra-tipis.

  (2) Kadar air tinggi kadar air non-ionik 51% -81% bahan ideal untuk lensa sekali pakai DD ionik kadar air rendah mudah menghasilkan endapan; DD ionik kadar air tinggi mudah dehidrasi, menguning prematur, sensitif terhadap PH, dapat menghasilkan perubahan kelengkungan ukuran dalam larutan asam.

  6. Berdasarkan fungsi

  (1) Lensa koreksi penglihatan: untuk kelainan refraksi, mata afakik atau kornea kerucut.

  (2) Lensa kosmetik: untuk digunakan oleh mereka yang mengubah sudut hikari mata.

  (3) Lensa terapeutik: untuk pengobatan berbagai penyakit mata.

  (4) Lensa buta warna: untuk memperbaiki diskriminasi warna orang buta warna.