Rehabilitasi pasca-kehamilan untuk sindrom Parkinson

  Sindrom Parkinson adalah penyakit yang umum terjadi dalam kehidupan modern, dan juga termasuk penyakit neurologis, sebagian besar terjadi pada usia paruh baya dan lanjut usia, namun jika penderita sindrom Parkinson sedang hamil, ia akan lebih menderita, jadi apa yang seharusnya menjadi pelatihan rehabilitasi untuk sindrom Parkinson setelah hamil dan melahirkan, berikut ini bersama-sama untuk memahami apa itu pelatihan rehabilitasi bagi wanita dengan sindrom Parkinson selama kehamilan dan persalinan?  Latihan keseimbangan. Sebagian besar penderita penyakit Parkinson mengalami gangguan refleks postural, dan rentan jatuh saat berjalan cepat dan berhenti tiba-tiba ketika menemui rintangan. Hal ini dapat dilakukan dengan melebarkan kaki sejauh 25-30 cm, menggeser berat badan ke kiri, kanan, depan dan belakang dan menjaga keseimbangan. Memutar batang tubuh dan panggul dari sisi ke sisi, dengan ayunan besar pada tungkai atas, baik untuk menyeimbangkan postur tubuh pasien dan meredakan ketegangan otot.  Latihan bahasa. Penyakit Parkinson sering kali mengakibatkan gangguan bicara, menjadi semakin enggan berbicara dan secara bertahap kehilangan komunikasi dengan dunia luar, yang secara serius mempengaruhi kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, latihan bahasa merupakan metode yang penting dalam pelatihan rehabilitasi. Langkah-langkah khusus seperti bersikeras untuk berlatih gerakan ekstensi dan retraksi lidah berulang kali, menggerakkan lidah dari sisi ke sisi di antara dua mulut secepat mungkin, gerakan melingkar lidah di sekitar bibir, dan mulai dengan latihan pengucapan dasar.  Latihan tungkai bawah. Latihan tungkai bawah untuk penderita penyakit Parkinson termasuk duduk dalam posisi papan India sehingga telapak kaki saling berhadapan dan menyandarkan lutut ke lantai, pertahankan selama beberapa detik dan kemudian ulangi, atau duduk dengan kaki membentuk huruf V dan menyandarkan kepala ke belakang ke arah kaki kanan, bagian tengah kaki, dan kaki kiri, pertahankan setiap posisi selama 5-10 detik.  Dorong pasien: Anggota keluarga berperan dalam perawatan Parkinson. Perawatan harian Parkinson harus mencakup lebih banyak dorongan untuk merawat diri sendiri, seperti mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, mengangkat sumpit untuk makan, berolahraga secara aktif, latihan keseimbangan, dan meningkatkan kemandirian jika memungkinkan.  Panduan diet: Pasien Parkinson harus dibiarkan makan semandiri mungkin, tetapi tersedak dan batuk harus dihindari, pasien Parkinson harus dibiarkan mengunyah dan menelan secara perlahan, dan makanan harus tinggi protein dan kalori dan termasuk lebih banyak buah dan sayuran yang kaya serat. Oleh karena itu, perawatan harian untuk Parkinson juga penting dalam hal diet.  Setelah kita memahami metode pelatihan rehabilitasi di atas untuk pasien Parkinson yang sedang hamil, kita akan dapat mendiagnosis penyakit secara tepat waktu dalam hidup kita, sehingga kita juga dapat melakukan perawatan yang baik pada waktu yang tepat dan mematuhi perawatan ilmiah dengan dokter saat melakukan pelatihan rehabilitasi di atas. Pelatihan rehabilitasi memainkan peran kunci dalam pemulihan penyakit.