Selama bilirubin tinggi, fungsi hati dan pencernaan terganggu, sehingga ada makanan tertentu yang tetap tidak boleh dikonsumsi. Ini termasuk alkohol, makanan berlemak tinggi, dan makanan dengan kandungan protein tinggi. 1. Kebanyakan orang yang menderita penyakit kuning atau penyakit hati lainnya harus benar-benar menjauhkan diri dari alkohol. Alkohol bisa menjadi racun bagi banyak organ dalam, terutama hati. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan akut dan kronis serta gangguan fungsi hati. Konsumsi alkohol jangka panjang dapat menyebabkan fibrosis hati dan bahkan sirosis, dan minum alkohol dapat secara signifikan meningkatkan beban pada hati dan menyebabkan peningkatan lebih lanjut dalam bilirubin. 2. Hindari makanan kalengan atau asap, terutama daging deli dan sayuran kalengan, karena mengandung banyak bahan pengawet. Bahan pengawet ini biasanya terdapat dalam makanan dalam bentuk garam, seperti nitrat dan sulfat. Hal ini membuat pencernaan dan metabolisme lebih sulit dan menyebabkan kerusakan pada hati. 3. Makanan yang digoreng dan berminyak mengandung kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi dan juga perlu dihindari. Beberapa produk susu, termasuk keju, susu penuh lemak, dan yoghurt penuh lemak, juga mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi. Asupan makanan ini dapat meningkatkan beban pada sistem pencernaan dan hati, sehingga sulit untuk mencerna makanan ini setelah memakannya dan menghasilkan ketidaknyamanan seperti kembung dan sakit perut, yang perlu dihindari. 4. Hindari makan makanan kaya protein seperti daging sapi dan domba selama bilirubin meningkat. Jenis makanan ini dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada hati dan mempengaruhi pemulihan dari hiperbilirubinemia. Selama peningkatan bilirubin, selain perawatan medis yang diperlukan, Anda juga harus lebih memperhatikan istirahat, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, dan minum lebih banyak air untuk membantu Anda pulih.