Apa diet terbaik untuk gastritis atrofi dengan kemosis usus? Bolehkah saya makan makanan laut?

Gastritis atrofi dengan metaplasia usus adalah diagnosis yang umum ditemukan pada biopsi patologis dengan gastroskopi. Orang sering merasa gugup ketika melihat diagnosis ini, jadi apa yang harus mereka perhatikan dalam hal pola makan? Pertama, makanan harus seimbang dan bergizi lengkap. Gastritis atrofi sering kali dapat menyebabkan kekurangan asam lambung karena atrofi mukosa lambung, dan peran asam lambung cukup penting bagi tubuh, selain mengaktifkan pepsin, memecah makanan dan alat bantu pencernaan lainnya juga dapat membantu penyerapan zat besi dan vitamin B12. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang bergizi, mudah dicerna, lunak, dan perbanyak makan makanan yang mengandung protein nabati dan vitamin. Makanlah makanan yang kaya akan protein nabati dan vitamin, seperti hati hewan, daging tanpa lemak, telur, unggas, produk kedelai, sayuran (tomat, wortel, bayam, kubis, kembang kol, asparagus, jamur), dan buah segar (stroberi, anggur, pisang). Jika nafsu makan buruk, tambahkan cuka secukupnya. Jika gejalanya parah, pilihlah makanan lunak atau semi-cair seperti mie, tahu encer, labu kukus, puding telur kukus, ikan, dan makanan semi-cair seperti bubur sayuran tanpa lemak, bubur labu, sup nasi, sup ikan ringan, dll. Selanjutnya, hindari makanan yang kasar dan mengiritasi. Hindari makan makanan yang terlalu keras, terlalu pedas, terlalu asin, terlalu panas, terlalu kasar, dan mengiritasi. Seperti gorengan, acar, cabai, bawang putih, dll. Khususnya, pasien gastritis atrofi dengan metaplasia epitel usus tidak boleh merokok atau minum alkohol yang kuat. Cicipi makanan ringan dan jangan makan makanan yang terlalu tinggi garam. Anda juga harus memperhatikan kebersihan makanan dan menghindari penggunaan obat-obatan yang mengiritasi lambung. Ketiga, pola makan harus teratur. Perhatikan makan secara teratur dan kuantitatif untuk menjaga ritme normal aktivitas pencernaan. Jangan makan makanan lengkap atau sarapan, hindari makan berlebihan, dan hindari ngemil larut malam. Makanlah dalam porsi kecil dan sering, 4-6 kali sehari, pilihlah makanan yang mudah dicerna. Cuka dapat ditambahkan secukupnya untuk menambah rasa dan membantu pencernaan. Hindari stres saat makan. Jika Anda melakukan hal lain saat makan (misalnya berbicara, rapat, dll.), hal ini akan memengaruhi sinyal saraf antara otak dan saluran pencernaan (sumbu otak-usus), sehingga memengaruhi sekresi asam lambung dan enzim pencernaan, sehingga Anda perlu berkonsentrasi saat makan. Dianjurkan untuk makan sampai Anda merasa kenyang selama tujuh atau delapan menit dan tidak duduk terlalu lama setelah makan. Terakhir, ada masalah makan makanan laut. Makanan laut adalah salah satu makanan yang lebih populer dan kaya akan nutrisi, jadi untuk pasien gastritis atrofi dengan metaplasia usus, sangat bermanfaat untuk makan makanan laut dengan benar, tetapi semuanya harus dilakukan dalam jumlah sedang dan perhatian harus diberikan pada kesegaran dan kebersihan makanan laut.