Apa yang menyebabkan cedera himpitan?

Cedera himpitan mengacu pada kompresi ekstremitas atau bagian tubuh lainnya, yang mengakibatkan pembengkakan otot dan/atau gangguan neurologis pada bagian tubuh yang terkena. Himpitan adalah aksi dua benda yang berlawanan pada tubuh, dan kompresi adalah jatuhnya benda berat dari atas. Kedua cedera ini sering kali terjadi bersamaan, menyebabkan kerusakan yang luas pada jaringan lunak, pembuluh darah, saraf, tulang, dan jaringan serta organ tubuh manusia lainnya. Cedera himpitan sering kali melukai organ-organ dalam, mengakibatkan pendarahan lambung, pecahnya paru-paru, hati dan limpa. Cedera himpitan yang lebih serius adalah benda yang lebih besar dan lebih berat yang menghimpit tubuh manusia, sehingga jaringan dan organ tubuh manusia mengalami cedera yang luas, seperti tertimbun tanah, tertindih batu, dan tertimbun. Penyebab umumnya adalah sebagai berikut: 1, tangan, kaki tertimpa batu, pintu dan jendela, mesin atau kendaraan, dan cedera himpitan keras lainnya. 2, cedera dampak ledakan pada tubuh. 3, berbagai penyebab tanah longsor yang mengubur tubuh yang disebabkan oleh cedera. 4, cedera berdesakan dan terinjak-injak. (1) memar otak: mual, gangguan sensorik, demam tinggi, cedera himpitan, penurunan tekanan darah, fotofobia, hipotensi, koma dan sebagainya. (2) Implantasi ulang jari yang terputus: cedera akibat benturan, memar, dehidrasi, edema, pembengkakan pada jari tangan dan kaki, kaku dan nyeri pada jari, dll. (3) Cedera kolorektal: perdarahan usus, perforasi usus, mual, cedera panggul, cedera himpitan, nyeri perut, peritonitis, nyeri tekan pada dinding perut bagian lateral atau pinggang bagian belakang, darah pada feses, emfisema subkutan, dan lain-lain. (4) Hematoma intrakranial multipel: gangguan kontinuitas tengkorak, cedera akibat benturan, koma, gangguan kesadaran, dll. (5) Fraktur tibiofibular: sianosis, cedera himpitan, nyeri tibialis, nyeri kompresi tibialis, pembengkakan dan nyeri betis, robeknya otot gastrocnemius, pergelangan kaki bagian luar yang menimbulkan depresi, pembengkakan lokal dan deformasi paha, dll.