Pseudomiopia dapat terjadi pada orang dengan ortopopia, hiperopia, atau bahkan miopia, karena diameter anterior dan posterior mata tidak memanjang dan struktur mata tidak berubah, tetapi hanya fisiologi. Dengan perawatan yang tepat waktu dan perhatian pada perlindungan, otot siliaris dapat dilemaskan dan penglihatan dapat dipulihkan ke normal. Jika tahap pseudomyopia tidak ditangani secara serius dan terus berkembang, sumbu anterior dan posterior mata akan menjadi lebih panjang dan struktur mata akan berubah, yang berarti akan menjadi miopia sejati dan harus diobati dengan kacamata. Sebuah studi tentang peran obat dalam pengobatan pseudomiopia dimulai pada tahun 2001 dengan penggunaan atropin dalam pengobatan miopia pada anak-anak. Sebuah kelompok kontrol anak-anak dengan miopia sedang hingga tinggi di Hong Kong dibentuk dan hasilnya menunjukkan bahwa 65% anak-anak yang menggunakan salep mata atropin sebelum tidur tidak mengalami peningkatan miopia dan beberapa anak sekolah mengalami pengurangan miopia setelah menggunakan obat tersebut. Dalam percobaan, dokter mata di Singapore Eye Institute menggunakan tetes mata atropin sekali sehari untuk anak-anak rabun, sementara kelompok kontrol diberi plasebo. Setelah dua tahun, penglihatan kelompok eksperimen telah meningkat 25 derajat miopi, sedangkan penglihatan kelompok kontrol telah meningkat 125 derajat miopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atropin memang secara signifikan efektif dalam mencegah dan mengobati miopia. Rumah Sakit Mata Ningbo mulai menggunakan tetes mata atropin untuk mencegah miopia pada tahun 1985. Setelah rata-rata 2-12 bulan pengobatan untuk remaja rabun dengan miopia kurang dari 200 derajat dan dalam waktu satu tahun setelah onset, penelitian ini menemukan bahwa atropin secara signifikan efektif untuk pseudomiopia yang disebabkan oleh kejang otot siliaris intraokular, menghilangkan rata-rata 75-125 derajat pseudomiopia, dan tindak lanjut pengobatan jangka panjang mengungkapkan bahwa perkembangan miopia Tidak ada komplikasi yang ditemukan. Pengobatan pseudomiopia dengan atropin tentu saja harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis, karena otot-otot intraokular dilonggarkan dan pupil pasien dilebarkan, dan pasien dapat mengenakan kacamata berwarna di luar ruangan. Tentu saja, untuk menghindari miopia, yang lebih penting adalah mengembangkan kebiasaan mata yang tepat, kurangi menonton televisi dan hindari aktivitas bermain game komputer, berpartisipasi dalam lebih banyak kegiatan di luar ruangan seperti bermain permainan bola, berenang, dan latihan fisik lainnya, atur sistem kerja dan istirahat secara wajar, perhatikan kombinasi kerja dan istirahat, perkuat olahraga, dan konsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin seperti susu, kacang kedelai, sayuran berdaun hijau, wortel, dan kuning telur, yang semuanya sangat penting untuk memastikan mata yang sehat.