Apa saja gejala kista hati?

  Sebagian besar kista hati tidak memiliki gejala klinis dan hanya terdeteksi secara insidental selama pemeriksaan USG atau CT. Kista hati tumbuh perlahan-lahan dan manifestasi klinisnya bervariasi tergantung pada lokasi, ukuran, jumlah, ada atau tidaknya kompresi organ yang berdekatan, dan ada atau tidaknya komplikasi. Beberapa pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan atau nyeri perut karena lokasi kista yang relatif dangkal dan gesekan dengan diafragma atau peritoneum. Selain itu, manifestasi klinis memiliki kasus-kasus khusus berikut ini: 1. Kista hati raksasa Bila diameternya melebihi 10 cm, maka dapat disebut kista hati raksasa. Kista hati raksasa cenderung menyebabkan gejala kompresi seperti rasa kenyang setelah makan, mual, muntah, dan ketidaknyamanan tersembunyi di perut kanan atas.  2.Infeksi sekunder kista Ketika infeksi sekunder terjadi, pasien mungkin menunjukkan rasa sakit di daerah hati, demam, peningkatan sel darah putih dan manifestasi lainnya, dan pemeriksaan USG atau CT menunjukkan adanya nanah.  3.Pendarahan sekunder kista Beberapa kista hati dapat mengalami pecahnya pembuluh darah secara spontan di dinding kista, yang menyebabkan perdarahan intrakapsular. Beberapa pasien tidak memiliki gejala yang jelas, dan beberapa pasien akan mengalami rasa sakit yang parah di daerah hati, dingin seperti perut akut.  4.Torsi kista Torsi kista dapat menimbulkan rasa sakit yang parah, tetapi sangat jarang terjadi.  5.Pecahnya kista secara spontan Kista hati jarang pecah secara spontan, dan kalaupun pecah, cairan yang mengalir keluar dari kista tidak berbahaya bagi tubuh manusia, dan biasanya tidak diperlukan perawatan khusus.  Sebagian besar kista hati berada dalam keadaan “istirahat” jangka panjang dan tidak akan tumbuh, jadi tidak perlu terlalu khawatir tentang kista tersebut.