Apa penyebab konstipasi?

Sering kali orang mengatakan bahwa sembelit disebabkan oleh kebakaran baru-baru ini, atau karena kurang minum air putih, atau karena kurang makan sayur dan buah. Meskipun penyebab sembelit adalah gangguan konduksi lokal di usus besar, proses buang air besar yang dinamis tunduk pada beberapa kendala, dan lesi di satu bagian dapat mempengaruhi seluruh tubuh. Dari sudut pandang pengobatan Tiongkok, terlalu banyak mengonsumsi anggur beralkohol pedas dan rasa yang kental dapat menyebabkan akumulasi panas di perut dan usus, dan bahkan panas dapat menguras cairan, sehingga cairan usus mengering dan tinja menjadi kering, yang mengakibatkan sembelit. Kekhawatiran, kemarahan, dan depresi yang berlebihan dapat menyebabkan stagnasi hati dan hilangnya sirkulasi, yang dapat menyebabkan stagnasi Qi dan ketidakseimbangan sirkulasi. Kelemahan pada lansia, kekurangan qi dan darah, kekurangan qi menyebabkan kelemahan pada konduksi usus besar, kekurangan Yang menyebabkan hilangnya kehangatan di usus, dan simpul internal yin dan dingin, yang menyebabkan kelemahan pada bagian bawah tinja dan tinja yang keras dan sepat. Sembelit disebabkan oleh makan makanan dingin dan mentah, yang menggenang di dalam perut dan usus, atau dengan menggunakan obat-obatan pahit dan dingin, yang melukai energi Yang dan menyebabkan Yin dan dingin berkembang. Penyebab umum sembelit adalah sebagai berikut: 1. Kurang makan. Dengan laju kehidupan yang semakin cepat, masyarakat modern umumnya berada dalam lingkungan kerja dan kehidupan yang penuh tekanan, tidak dapat mempertahankan kebiasaan buang air besar yang baik, waktu buang air besar untuk tidak buang air besar, sering kali menanggung ketidaknyamanan, usus besar pada sinyal yang dikeluarkan oleh niat untuk bereaksi semakin lamban, lambat laun tidak ada niat untuk buang air besar, sehingga mengakibatkan waktu buang air besar yang lama dan sembelit. 2, kebiasaan buang air besar yang buruk. Beberapa orang tidak memahami proses fisiologis buang air besar, tidak memperhatikan kesehatan dubur, tinja kering tidak mau berobat. Ada beberapa orang setiap kali ada rasa ingin buang air besar, pergi ke toilet dengan membabi buta, atau jongkok di toilet dalam waktu lama, sehingga anus terbebani. Ini semua adalah kebiasaan buruk. Kebiasaan buang air besar yang baik adalah: buang air besar secara teratur sekali sehari, menggunakan tenaga yang paling sedikit, membutuhkan waktu sesingkat mungkin untuk buang air besar, buang air besar dengan lancar, dan merasa rileks setelahnya. Untuk mencapai hal ini, pertama-tama Anda harus melakukan buang air besar secara teratur, agar feses tetap lembut dan mudah dikeluarkan; kedua, jangan mengontrol rasa ingin buang air besar secara artifisial dengan menekan waktu yang ditentukan untuk buang air besar, dan segera pergi ke toilet saat rasa ingin buang air besar menjadi jelas; ketiga, selama buang air besar, Anda harus bergegas dan menyelesaikannya sesegera mungkin, dan tidak membaca buku atau koran, merokok atau memikirkan masalah di toilet. Waktu terbaik untuk buang air besar adalah sebelum dan sesudah sarapan, karena sesuai dengan hukum fisiologis tubuh manusia. Rangsangan makanan dapat mempercepat gerak peristaltik gastrointestinal setelah makan, dan gerak peristaltik gastrointestinal refleksif ini dapat dengan mudah menghasilkan rasa buang air besar. Tegak di pagi hari setelah bangun tidur juga bisa muncul gerakan usus besar, sehingga banyak orang harus pergi ke toilet setelah bangun tidur. 3, faktor sosial dan psikologis. Ketegangan kerja, tidak banyak bergerak, olahraga yang tidak mencukupi juga menjadi penyebab sembelit, ketegangan antarpribadi, perselisihan keluarga, suasana hati dalam keadaan tertekan dalam jangka panjang, dapat membuat tanaman mengalami gangguan saraf, menyebabkan penghambatan gerak peristaltik usus dan menyebabkan sembelit, perubahan emosi, ketegangan, kekhawatiran, dan faktor-faktor lain dapat menyebabkan melemahnya fungsi peristaltik usus, dan sembelit terjadi. 4, pola makan, kebiasaan minum air putih tidak baik. Terlalu sedikit makanan pokok akan menyebabkan lebih sedikit sisa serat makanan di saluran usus, lebih sedikit tinja, terlalu sedikit stimulasi usus yang efektif, peristaltik usus melambat, tinja di saluran usus bertahan terlalu lama, air diserap secara berlebihan oleh saluran usus, mengakibatkan tinja kering, sembelit. Kurangnya asupan sayuran dan buah-buahan, yang kaya akan serat makanan, vitamin dan mineral, membuat tubuh kekurangan nutrisi penting ini dan juga membuat usus besar tidak memiliki gerakan peristaltik yang efektif, yang juga menyebabkan sembelit. Makanan pedas seperti cabai, bawang merah dan bawang putih memiliki efek samping melukai cairan dan dapat dengan mudah menyebabkan sembelit karena kurangnya cairan dalam usus. Konsumsi alkohol yang sering juga dapat menyebabkan sembelit. Minum terlalu sedikit air dapat menyebabkan sembelit karena kekurangan air dalam usus. Aktivitas yang rendah, tidak banyak bergerak, dan istirahat di tempat tidur dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gerakan peristaltik usus yang lambat dan menyebabkan sembelit. 5. Kebiasaan menggunakan obat pencahar. Mengonsumsi obat pencahar selalu efektif di awal, tetapi jika Anda meminumnya untuk jangka waktu yang lebih lama, Anda akan mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut, dan agar efektif, Anda harus meningkatkan jumlah obat yang digunakan, yang mengarah pada ketergantungan pada obat pencahar, yang pada akhirnya akan menyebabkan lemahnya motilitas usus, sehingga Anda tidak akan dapat buang air besar secara normal tanpa minum obat.