Pertanyaan Umum Miopia Remaja

  1. Apa itu miopi?  Singkatnya, miopi adalah kemampuan untuk melihat dekat dan tidak jauh. Pada miopi, cahaya yang masuk ke mata hanya berkumpul di depan retina karena diameter depan dan belakang mata (sumbu mata) menjadi lebih panjang atau karena media cahaya di mata (kristal, dll.) terlalu dibiaskan, sehingga tidak jelas untuk dilihat, terutama pada jarak jauh.  2. Bagaimana saya bisa terkena miopi?  Sebagian besar miopi disebabkan oleh perlindungan mata yang tidak tepat, tetapi sebagian kecil disebabkan oleh faktor keturunan. Penyebab yang paling umum adalah membaca buku, menulis pekerjaan rumah, bermain komputer dan menjaga mata terlalu berdekatan terlalu lama.  3. Apakah anak kecil dengan preskripsi yang rendah berarti ia mengalami pseudomiopia?  Belum tentu. Untuk menentukan apakah itu benar atau pseudomiopia, Anda harus mengandalkan pemeriksaan mata yang dilatasi. Tidaklah ilmiah untuk menilai berdasarkan usia dan resep.  4, semakin lama lensa miopi dipakai, semakin tinggi miopi?  Semakin sering Anda memakai lensa miopi setelah pemeriksaan mata secara teratur, semakin sedikit kelelahan yang akan Anda alami dan semakin Anda dapat mencegah strabismus, ambliopi, dan tonjolan mata. Beberapa orang memakai lensa miopia untuk memperdalam miopia mereka, karena mata tidak sepenuhnya berkembang sebelum usia 18 tahun, proses perkembangan miopia mungkin lebih tinggi dan lebih tinggi.  5. Bagaimana seharusnya miopi dicegah pada orang muda?  Pencegahan harus dimulai dari banyak aspek. Ruang kelas harus terang dan luas, meja dan kursi harus berada pada ketinggian yang sesuai, duduk harus benar, penggunaan mata secara terus menerus tidak boleh lebih dari 40 menit, nutrisi harus seimbang, tidur harus cukup, dan jangan membaca sambil berjalan, naik mobil atau berbaring.  6.Keadaan apa yang dapat mengindikasikan miopi pada anak-anak?  (1) menyipitkan mata ketika melihat objek yang jauh; (2) berbaring sangat dekat ketika membaca atau menonton TV; (3) banyak mengerutkan kening ketika melihat objek; (4) ketidaksabaran emosional, hubungan dengan anak-anak menjadi tidak bersahabat, kemampuan bertindak dan berpikir menurun, kurangnya kesabaran dalam belajar dan prestasi akademik menurun.