Afterplay, juga memiliki rasa

Kehidupan seks yang sempurna adalah seperti sebuah simfoni yang megah dan agung, yang membutuhkan pembuka, klimaks, dan penutup yang lengkap. Jika pemanasan dibandingkan dengan pembukaan, proses seks yang penuh gairah digambarkan sebagai klimaks, maka akhir dari lagu tersebut adalah koda lagu, meskipun tidak setinggi dan sekeras klimaks, tetapi memiliki melodi yang santai dan tenang, panjang dan dalam. Setelah berhubungan seks, pasangan akan memiliki waktu untuk melanjutkan keintiman mereka, seperti berpelukan, berbicara, berciuman, dll. Afterplay yang tepat dapat memberikan akhir yang sempurna dan awal yang baik untuk hubungan seks berikutnya. Namun, mengabaikan afterplay adalah masalah umum bagi para pria di seluruh dunia. Sebuah survei di Amerika Serikat menunjukkan bahwa setelah berhubungan seks, 32% pria langsung merokok atau bangun untuk mencari makanan, 17% tidur, 14% bangun untuk pergi ke kamar mandi, dan 9% pergi ke kamar mandi. Jika digabungkan, 72% pria mengabaikan waktu setelah berhubungan seks. Sementara itu, sebuah penelitian nasional menunjukkan bahwa 31,6 persen wanita ingin pria terus memeluknya setelah berhubungan seks dan 25,9 persen ingin pria menanyakan bagaimana perasaannya. Perbedaan ini sangat berkaitan dengan fakta bahwa pria dan wanita memiliki fisiologi yang berbeda. Pria lebih cepat terangsang secara seksual dibandingkan wanita, kebanyakan hanya mengalami satu kali orgasme saat berhubungan seks dan oleh karena itu ingin beristirahat atau melakukan hal lain setelah bercinta. Dan bahkan jika wanita mengalami orgasme, masih ada proses yang lambat untuk mereda gairah seksual, ketika belaian atau kata-kata pria akan memberikan penyangga hangat pada jiwa wanita dan dapat memainkan peran yang menenangkan. Jika pria tidak memahami perbedaan dalam siklus respon seksual ini dan hanya peduli untuk mendapatkan kepuasan mereka sendiri, istri akan merasa bahwa suami mereka memperlakukan mereka sebagai alat untuk melampiaskan emosi, yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan kebencian dan rasa jijik terhadap seks. Oleh karena itu, kami menganjurkan afterplay sebagai bagian dari bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Setelah berhubungan seks, kedua pasangan dapat berpelukan sejenak, dan juga dapat saling mengakui dan memuji kinerja masing-masing. Semua ini berkontribusi pada keharmonisan seksual dan meninggalkan harapan yang baik untuk hubungan seksual berikutnya.