Tingkat keracunan karbon monoksida dapat dibagi menjadi tiga tingkat: keracunan ringan, keracunan sedang, dan keracunan berat, yang saat ini dinilai berdasarkan indikator laboratorium dan gejala klinis. 1. Indikator laboratorium: tingkat keracunan karbon monoksida dapat dinilai berdasarkan konsentrasi karboksihemoglobin. Jika konsentrasi karboksihaemoglobin pasien adalah 10 hingga 20 persen, maka itu adalah keracunan ringan. Jika konsentrasinya mencapai 30 hingga 40 persen, keracunannya sedang. Jika konsentrasinya mencapai 40% hingga 60%, itu adalah keracunan parah. 2. Gejala klinis: Setelah keracunan karbon monoksida, jika pasien mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah, umumnya keracunan ringan. Jika gejala di atas disertai dengan euforia, gangguan motorik, dan halusinasi, umumnya itu adalah keracunan sedang. Jika terjadi kejang-kejang, tekanan darah rendah, aritmia jantung, atau bahkan gagal napas, maka keracunan dianggap parah. Jika gejala keracunan karbon monoksida terjadi, pasien harus menjauh dari lingkungan yang beracun dan segera mencari perawatan medis.