Apa saja penyebab umum enuresis

American Psychological Association mendefinisikan enuresis sebagai mengompol antara usia 5 dan 7 tahun. 15-20 persen anak usia 5 tahun masih mengompol, dengan angka menurun 15 persen setiap tahun setelahnya, dan sekitar 1 persen anak masih mengompol pada usia 15 tahun. Enuresis memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak-anak, yang menyebabkan keengganan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, penurunan prestasi akademik, dan banyak masalah dalam hidup, dan harus ditangani secara aktif. Penyebab umum enuresis meliputi: 1. Berkurangnya sekresi hormon antidiuretik dan meningkatnya pengeluaran urin di malam hari. 2, pemeriksaan urodinamik menemukan bahwa ada ketidakstabilan otot uretra, kandung kemih dengan atau tanpa kontraksi penghambatan, kontraksi sfingter uretra yang tidak terkoordinasi, dan pengurangan kapasitas fungsional kandung kemih. 3 . Korteks serebral tidak mudah tereksitasi, dan gairah malam hari terganggu, sehingga anak tidak dapat menyadari ketika kandung kemih penuh. Ketika ditanya tentang riwayat kesehatan mereka, kebanyakan anak dengan enuresis sulit untuk bangun di malam hari, dan banyak juga yang mengalami urgensi buang air kecil di siang hari, dan beberapa gejala hilang seiring bertambahnya usia. Pengobatan enuresis masih merupakan masalah yang sulit, tetapi bukan berarti tanpa harapan dan membutuhkan kerja sama orang tua dan ketekunan jangka panjang. Umumnya perlu menggunakan berbagai metode perawatan bersama: l, lebih sedikit air sebelum tidur; 2, orang tua malam harus secara teratur bangun untuk buang air kecil, atau penerapan jam alarm bangun tidur. 3, tidak kelelahan yang berlebihan; 4, tidak kelelahan yang berlebihan; 4, tidak kelelahan yang berlebihan. 3, tidak kelelahan yang berlebihan; 4, penerapan obat untuk mengurangi jumlah urin di malam hari; 5, obat oral untuk meningkatkan rangsangan korteks serebral, sehingga anak mudah bangun ketika kandung kemih penuh. 6, Penerapan obat untuk mengurangi kontraksi kandung kemih yang tidak terkoordinasi. 7, Biofeedback dan terapi stimulasi listrik untuk mengurangi kontraksi kandung kemih yang tidak terhambat dan meningkatkan kapasitas kandung kemih.