Dalam praktik klinis, pasien dengan gangguan tiroid seperti gondok beracun yang menyebar (hipertiroidisme), tiroiditis Hashimoto, nodul tiroid, atau kanker tiroid sering kali membutuhkan “diet rendah yodium”. 1 . Berapa banyak yodium yang perlu dikonsumsi orang normal setiap hari? Kebutuhan fisiologis minimum yodium untuk orang dewasa normal adalah 75μg/d. Menurut organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Dewan Internasional untuk Pengendalian Gangguan Kekurangan Yodium (ICCIDD), asupan harian rata-rata yodium pada orang dewasa normal (termasuk anak-anak dan remaja berusia 12 tahun ke atas) adalah 150 μg; untuk bayi, balita, dan anak prasekolah adalah 90 μg; untuk anak sekolah berusia 12 tahun ke bawah adalah 120 μg; untuk ibu hamil dan ibu menyusui adalah 200 μg. dan 200 mikrogram untuk wanita hamil dan menyusui. Orang dewasa bisa mendapatkan 120-150 mikrogram yodium dengan mengonsumsi 6-8 gram garam beryodium standar per hari, yang sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan fisiologis sebagian besar orang dewasa. 2 . Prinsip diet untuk pasien dengan hipertiroidisme: (1) protein tinggi, diet tinggi kalori, meningkatkan frekuensi makan, untuk mengurangi keseimbangan nitrogen negatif dan penurunan berat badan; (2) kurangi makanan yang merangsang, seperti: kopi, teh, dan alkohol; (3) tambahkan multivitamin; (4) tambahkan air. 3, “low iodine diet”, please try to avoid the following foods: ① seaweed: kelp, seaweed, etc.; ② iodised salt, soy sauce and other salty condiments, etc.; ③ fish: marine fish (fresh scallops, etc.), clams, oysters, marine shrimp (including shrimp), pickled fish, etc.; ④ meat: processed meat, canned meat, etc.; ⑤ processed fruit: canned peaches, preserved fruit, etc.; ⑤ processed fruit: canned peaches, preserved fruit, etc.; ⑤ processed fruit: canned peaches, preserved fruit, etc.; ⑤ processed fruit: canned peaches, preserved fruit, etc.; ⑤ processed fruit: canned peaches, preserved fruit, etc. (5) Buah olahan: buah persik kalengan, acar buah, dll.; (6) Saus acar, dll.; (7) Roti asin, biskuit soda, makanan asin, dll.; (8) Minuman: teh, dll.; (9) Obat-obatan: obat batuk yang mengandung yodium, sediaan yodium organik, dan bahan pencitraan diagnostik radiologi, dll.; (10) Lainnya: keripik, pizza, dan kacang-kacangan yang diberi garam. Cobalah untuk membeli “garam beryodium rendah” (atau “garam tidak beryodium” jika perlu) dan mengkonsumsinya, atau kurangi garam pada makanan Anda.